Penghijauan Pesisir Pantai Utara Belu dengan Anakan Mangorve Gagal Tumbuh

  • 12 Apr 2026 07:58 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Upaya pemulihan ekosistem alam pesisir Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Belu dari kerusakan hutan mangrove, sejauh ini masih belum berjalan maksimal.

Kurun waktu beberapa tahun terakhir sejumlah dinas instansi baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, komunitas pecinta lingkungan, serta swadaya masyarakat melakukan reboisasi penanaman kembali pohon mangrove.

Upaya Kembali menghutankan alam pesisir dengan ribuan anakan mangrove ditanam di sekitar lokasi pesisir bisa dibilang belum berhasil dengan baik. Dari kegiatan reboisasi tersebut kebanyakan pertanaman mati atau pun gagal tumbuh.

Warga desa Dualaus Maksimus Mali mengungkapkan kebanyakan pepohonan mangrove yang ada tepat di bibir pantai kebanyakan mati. Selain faktor alam ditebang secara liar.

“Tahun dua ribu ke atas masih ada aktifitas perambahan hutan mangrove. ada yang jual kayu api atau untuk bahan bangunan. Dalam kondisi pohon kering juga pohon hidup dikupas kulit lalu bakar” Kata Maksimus.

Terjadi kerusakan hutan cukup masif semakian hari terjadi pendangkalan dampak ikutan terjadi abrasi pantai.

“Dulu pantainya walau air laut surut tetapi dalam, sekarang sudah tertimbun semua akibat abrasi,” ucapnya.

Sementara upaya penanaman anakan mangrove dilakukan semenjak tahun 2011 lalu. kebanyakan pertanaman gagal tumbuh.

“Pernah menanam dengan Pol Air, Angkatan Laut dan Dinas Perikanan sampai sekitar lima ribu pohon, tetapi kebanyakan mati, ada yang cabut karena buang jaring tersangkut,” ujarnya.

Pantauan rri.co.id Kamis 9 April 2026 seperti halnya di pesisir Pantai Aufuik Desa Dualaus Belu dari ribuan anakan yang ditanam, bisa dihitung pertanaman mangrove bertahan tumbuh hanya belasan pohon. Kondisi ini cukup memprihatinkan, alam pesisir yang dulunya hijau dengan pepohonan mangrove kian gersang.

Dampak ikutan hilangnya satwa hutan begitu pun biota laut seperti ikan makin menjauh rusaknya terumbu karang. Belum lagi akibat kerusakan hutan terjadi pendangkalan permukaan air laut akibat abrasi Pantai. Kondisi ini yang patut menjadi perhatian bersama untuk kembali merawat alam lingkungan pesisir pantai untuk keberlangsungan hidup ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....