Rayakan Misa Kamis Putih Uskup Atambua Ingatkan Tentang Pelayanan dan Kasih

  • 03 Apr 2026 05:31 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Ribuan umat Katolik di wilayah perbatasan Kabupaten Belu RI-RDTl yang datang dari berbagai penjuru daerah memenuhi seluruh area, baik di dalam maupun di luar gereja Gereja Katedral Atambua dalam mengikuti Perayaan Misa Kamis Putih pada Kamis 02 April 2026 dengan penuh khidmat.

Perayaan Misa Kamis Putih di pimpin oleh Uskup Keuskupan Atambua Mgr. Dominikus Saku, Pr yang didampingi pastor pendamping Romo Marius Y Tallo Pr.

Dalam homilinya Mgr. Dominikus Saku, Pr menyampaikan misa Kamis putih momen penting dalam rangkaian Tri Hari Suci, mengenang peristiwa dalam mengenang perjamuan terakhir yang dilakukan Yesus Kristus bersama muridnya

Disampaikan juga Kamis putih identik dengan pembasuhan kaki murid Yesus yang mengandung pesan kuat tentang hidup dalam kerendahan hati, kasih, dan pelayanan dan pembersihan diri menuju Allah Bapa yang identik dengan Melayani Tanpa Batas dan Penuh Kasih bagi semua.

”Membasuh kaki adalah simbol kerendahan hati. Yesus merendahkan diri-Nya untuk melayani, dan kita pun dipanggil melakukan hal yang sama dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Mgr. Dominikus.

Lebih lanjut, Bapak Uskup, bapa uskup menyampaikan makna tersebut tidak hanya sebatas ritual, tetapi juga menjadi ajakan bagi umat untuk terus melakukan refleksi diri, saling mendukung, dan hidup dalam kasih.

“umat tidak berhenti pada perayaan ritual semata, diharapkan seluruh umat untuk mengimplementasikan makna Ekaristi dalam tindakan sosial yang nyata,” ucap Yang Mulia Keuskupan Atambua Mgr. Dominikus Saku Pr

Selain itu Uskup Atambua mengajak semua umat Allah untuk memaknai hidup kasih dan pelayanan Yesus Kristus sebagai ajakan nyata bagi umat untuk meneladani hidup Yesus dalam kehidupan sehari-hari dengan hidup dalam kasih dan penyertaan Tuhan.

Perayaan Kamis Putih di Katedral Atambua ini berjalan dengan aman dan lancar di bawah pengamanan aparat setempat serta partisipasi aktif dari panitia hari raya dan koordinasi lintas sektor yang intensif.

Usai perayaan misa, umat melanjutkan ibadat sebagai bentuk refleksi menemani Yesus yang berdoa dan berjaga di Taman Getsemani sebelum menghadapi kisah sengsara. (KM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....