Bupati TTU Kumpulkan para Camat Perkuat Ketahanan Pangan
- 29 Mar 2026 10:50 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Kefamenanu - Bupati Timor Tengah Utara mengumpulkan para Camat sebanyak 24 orang untuk memberikan arahan terkait gejolak dunia saat ini. Dalam pertemuan tersebut, Bupati menekankan pentingnya pelayanan publik yang tidak boleh terhambat oleh rencana WFH dan fokus pada ketahanan pangan. Hal ini disampaikan oleh Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo pada Jumat 27 Maret 2026.
Menurut Bupati Falent bahwa, Pemda TTU saat ini fokusnya adalah menjadikan ketahanan pangan sebagai prioritas. Sehingga para camat harus memastikan bahwa program ketahanan pangan berjalan dengan baik di tingkat kecamatan hingga desa-desa," ujar mantan TNI ini.
"Para Camat sebagai perpanjangan tangan Bupati TTU harus bersama para kepala desa di tiap kecamatan supaya memanfaatkan lahan tidur untuk budidaya tanaman bernilai ekonomi tinggi, seperti kol, tomat, lombok. Selain itu tanaman buah seperti pisang, melon dan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendukung ketahanan pangan terutama suplai bahan baku untuk program MBG", kata Bupati Falent.
Lebih jauh Bupati Falent juga meminta para Camat untuk meningkatkan pengawasan terhadap para Kepala Desa supaya pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam hal ketersediaan pangan dan infrastruktur dasar harus berjalan baik. Sehingga ekonomi digerakan dari bawa (petani-peternak) supaya memanfaatkan keberadaan dapur-dapur SPPG agar suplai bahan baku benar-benar dihasilkan dari masyarakat.
"Peluang ekonomi yang ada jangan sampai lepas dari masyarakat di tingkat desa terutama menyuplai kebutuhan bahan bagi dapur-dapur SPPG yang ada di TTU. Sebab perputaran uang dalam program MBG ini cukup besar", kata Bupati Falent.
Selain itu, masyarakat harus digerakan total soal ketahanan pangan terutama tanaman jagung dan padi. Pasalnya kondisi dunia saat ini yang lagi terjadi perang antara Israel, Amerika Serikat Vs Iran dan kalau eskalasinya menguat negara lain maka yang bisa menyelamatkan masyarakat adalah negara yang mempunyai ketahanan pangan. Sebab kalau pangan kita tidak kuat maka akan masuk dalam negara yang rentan dan bisa jatuh bangkrut.
"Ketika tidak ada pangan, masyarakat sekalipun memiliki uang tetapi mau membeli makanan dari mana. Negara mana atau daerah mana yang mau menjual pangan ke kita. Tidak ada negara yang mau menjual pangan mereka karena semua negara akan menahan pangannya supaya tidak dijual sehingga bisa memberi makan kepada rakyatnya bukan untuk dijual. Sehingga yang benar adalah kita harus menanam supaya tidak terkena dampak perang Timur Tengah seperti pangan maupun ekonomi", kata Bupati Falent (SK).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....