Terlambat Penebusan Pupuk Petani Belu Beralih Pupuk Non subsidi

  • 28 Mar 2026 14:30 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Warga tani penggarap lahan persawahan di wilayah Kelurahan Tulamalae Kabupaten Belu-NTT mengeluhkan adanya keterlambatan penebusan pupuk di tingkat petani.

Untuk tetap menjaga unsur hara agar pertanaman padi yang sudah berusia dua bulan masa tanam, terpaksa membeli pupuk non subsidi walaupun harga beli jauh lebih mahal.

Seperti dikemukakan Marten warga tani yang berdomisili di lingkungan Nekafehan ini untuk Musim Tanam 1 (MT 1) 2026 pertanaman padi di lahan sawah miliknya didukung curah hujan baik begitu tumbuh subur. Menjadi kendala menyangkut ketersediaan pupuk dari kelompok tani belum mendistribusi terpaksa membeli pupuk non subsidi yang dijual di toko pengecer.

“Pemupukan kami mengharapkand ari kelompok Cuma ada keterlambatan pembelian terpaksa membeli pupuk non subsidi,” ungkap Marten saat disambangi rri.co.id, Kamis 26 Maret 2026.

Untuk memperoleh pupuk sesuai Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), sehingga setiap anggota kelompok sudah harus menyetor sejumlah uang untuk melakukan pembelian. Terkadang mekanisme ini diabaikan pada giliranya sulit memperoleh pupuk alasan kelangkaan, pada gilirannya terjadi keterlambatan pemupukan tidak sesuai periode tanam.

“Ada keterlambatan pengiriman dari kelopmpok punya belu mau tidak mau ambil dari luar pupuk non subsidi harga lebih mahal. Ini hitungan umur padi seharusnmya sudah di pupuk itu yang kita lakukan biar panen baik,” ucapnya.

Mekanisme pemeliharaan pertanaman padi selain olah lahan, penyiangan gulma, pengendalian hama penyakit dan tidak kalah penting adalah pemupukan. Pemupukan tanaman pun waktu tertentu sesuai usia pertanaman padi, sehingga bisa memperoleh hasil panen maksimal. Hal ini terkesan tidak dilakukan oleh warga tani secara baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....