Generasi Muda Alor Berpeluang Menjadi Pegawai BMKG lewat Pendidikan STMKG

  • 26 Mar 2026 07:40 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membuka peluang bagi generasi muda, termasuk dari Kabupaten Alor, untuk bergabung melalui jalur pendidikan kedinasan Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG). Sekolah kedinasan ini menjadi pintu utama bagi calon pegawai BMKG yang ingin berkarier di bidang meteorologi, klimatologi, maupun geofisika.

Observer Meteorologi Stasiun Meteorologi Mali Alor, M. Pramastya Nurrafi, mengatakan minat generasi muda terhadap profesi di BMKG cukup tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan dari pelajar mengenai cara menjadi bagian dari lembaga yang bertugas memantau cuaca, iklim, dan fenomena alam tersebut.

Menurutnya, BMKG saat ini hanya menerima pegawai baru melalui jalur pendidikan kedinasan di STMKG yang berlokasi di Tangerang. Melalui jalur tersebut, para peserta yang lolos seleksi akan menjalani pendidikan sebelum nantinya ditempatkan di berbagai wilayah di Indonesia.

“Untuk masuk ke BMKG sekarang jalurnya melalui sekolah kedinasan, yaitu STMKG atau Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang berada di Tangerang,” ujar Pramastya. Rabu, 25 Maret 2026.

Ia menjelaskan, penerimaan taruna STMKG biasanya dibuka setiap tahun. Informasi terkait pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi maupun media sosial STMKG, yang umumnya mulai diumumkan sekitar pertengahan tahun.

Pramastya juga menyebut beberapa tahun terakhir pemerintah menyediakan kuota afirmasi bagi daerah, termasuk wilayah Nusa Tenggara Timur. Kesempatan ini membuka peluang lebih besar bagi putra-putri daerah untuk mengenyam pendidikan di sekolah kedinasan tersebut.

“Beberapa tahun terakhir juga ada kuota afirmasi untuk daerah, termasuk dari NTT. Bahkan saya pernah bertemu putra asli Alor yang berhasil diterima di STMKG,” ucapnya.

Ia menambahkan, dasar ilmu yang perlu dikuasai oleh calon taruna STMKG antara lain matematika, fisika, serta geografi. Selain itu, kemampuan bahasa Inggris juga menjadi bekal penting karena banyak referensi ilmiah dan sistem informasi yang menggunakan bahasa tersebut.

Pramastya juga mengingatkan bahwa lulusan STMKG harus siap ditempatkan di berbagai wilayah Indonesia sesuai kebutuhan BMKG. Karena itu, selain kemampuan akademik, calon peserta juga perlu mempersiapkan kondisi fisik serta kesiapan mental untuk bertugas di berbagai daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....