Sakit Tumor Selama Tiga Tahun, Warga Benlelang Ini Harap Bisa Berobat ke Kupang

  • 23 Mar 2026 08:35 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Seorang warga Desa Benlelang, Hasan Made, yang dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan di lingkungan Masjid Nurul Haq Benlelang, saat ini tengah berjuang melawan penyakit tumor di bagian kepala yang dideritanya. Perjuangan yang dialaminya itu mendapat perhatian dari komunitas Dream News Alor sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Hasan Made selama ini dikenal sebagai pribadi yang sederhana, religius, dan berdedikasi dalam melayani masyarakat, khususnya dalam aktivitas masjid. Namun dalam tiga tahun terakhir, kehidupannya berubah setelah didiagnosis menderita tumor di bagian kepala yang terus berkembang.

Penyakit tersebut bermula dari benjolan kecil di bagian belakang kepala yang awalnya dianggap sebagai keluhan biasa. Keterbatasan akses dan biaya membuat penanganan medis tidak segera dilakukan hingga kondisi semakin memburuk seiring waktu.

Seiring perkembangan penyakit, benjolan tersebut membesar dan menimbulkan rasa nyeri berkepanjangan. Kondisi ini bahkan mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk waktu istirahat, karena Hasan Made tidak dapat tidur dalam posisi normal akibat tekanan pada bagian kepala.

Dalam kondisi sakit, Hasan Made tetap berupaya menjalankan aktivitas ibadah di masjid. Namun, sebuah kejadian sempat mengundang perhatian warga ketika dirinya mengalami pendarahan di bagian kepala saat mengumandangkan azan, sehingga kini ia harus membatasi aktivitas yang membutuhkan tenaga dan suara keras.

Perwakilan Dream News Alor, Hadat, menyampaikan bahwa kehadiran pihaknya merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian. “Kami hadir sebagai bentuk empati dan dukungan moril. Semoga apa yang kami lakukan, meski sederhana, dapat memberi semangat bagi Bapak Hasan Made dalam menghadapi penyakit yang dideritanya,” ujar Hadat kepada rri.co.id, Senin 23 Maret 2026.

Upaya pengobatan telah dilakukan dengan menjalani dua kali operasi. Namun, kondisi Hasan Made masih memerlukan penanganan lanjutan di rumah sakit yang lebih lengkap di Kupang. Kendala biaya transportasi, kebutuhan hidup selama pengobatan, serta ketiadaan keluarga di lokasi tujuan menjadi hambatan utama untuk melanjutkan rujukan tersebut.

Saat ini, Hasan Made terus berjuang menjalani hari-harinya di tengah keterbatasan kondisi kesehatan dan ekonomi. Harapannya untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan di Kupang masih terbuka, meski terkendala biaya dan sarana pendukung. Kondisi ini diharapkan dapat menjadi perhatian berbagai pihak, sehingga bantuan dan dukungan yang diberikan dapat membantu meringankan beban yang dihadapi serta membuka jalan bagi proses pengobatan yang lebih optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....