Kemenag TTU Hadirkan Safari Kerukunan di Perbatasan NKRI

  • 17 Mar 2026 21:35 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Kepala Seksi Bimas Kristen Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Penehas Batuk, melaksanakan Safari Kerukunan di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Lembah Pujian. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 15 Maret 2026, di wilayah Tauf, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU, NTT.

Rombongan Bimas Kristen hadir bersama Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Kristen Protestan untuk mempererat hubungan pemerintah dan gereja. Lokasi kegiatan diketahui berada di wilayah strategis perbatasan antara Republik Indonesia dengan negara Timor Leste.

Dalam sambutannya, Penehas Batuk menyampaikan apresiasi kepada pihak gereja yang selama ini berperan menjaga kerukunan di tengah masyarakat. Ia menegaskan, gereja memiliki peran strategis membangun kehidupan sosial harmonis, khususnya di wilayah dengan keberagaman latar belakang masyarakat.

Kegiatan Safari Kerukunan Kemenah TTU bersama Gereja Bethel Indonesia (GBI) Lembah Pujian berlangsung di Tauf, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bertempat di wilayah perbatasan Republik Indonesia dengan Timor Leste pada Minggu, 15 Maret 2026. (Foto: Humas Kemenag TTU)

Menurutnya, program Safari Kerukunan merupakan bagian dari implementasi kebijakan Kementerian Agama yang mendorong penguatan moderasi beragama. Baik itu dalam lingkup internal umat beragama maupun dalam hubungan antarumat beragama.

“Kerukunan merupakan fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat," ujarnya. "Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin terus memperkuat komunikasi dan kerja sama antara pemerintah dan lembaga keagamaan."

Sebelumnya, kehadiran rombongan Kemenag TTU disambut hangat Gembala Sidang GBI Lembah Pujian, Yoseph Abi, bersama para pelayan gereja. Suasana pertemuan berlangsung penuh keakraban dan kebersamaan antara jajaran Kementerian Agama dengan jemaat setempat.

Melalui Safari Kerukunan ini, Kemenag TTU berharap hubungan antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat dapat terus terjalin baik. Sehingga nilai-nilai toleransi dan persaudaraan dapat semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....