Sebanyak 11 Orang Korban HPR di Belu Telah Mendapatkan Vaksin Anti Rabies
- 16 Mar 2026 11:00 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) kembali terjadi di wilayah Atambua, Kabupaten Belu. Sebanyak 11 orang warga di Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua dilaporkan menjadi korban gigitan hewan penular rabies yang diketahui berasal dari seekor kucing. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan setempat.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Belu, Yoos Sudarso Djami, saat dikonfirmasi rri.co.id pada Senin 16 Maret 2026, menjelaskan bahwa para korban telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur, dengan telah diberikannya vaksin Anti rabies.
“Seluruh korban sudah mendapatkan penanganan di puskesmas dan telah diberikan vaksin anti rabies. Saat ini mereka juga masih dalam tahap observasi untuk memastikan kondisi kesehatan tetap aman,” ujarnya.
Menurut Yoos Sudarso Djami, hewan yang menggigit para korban telah berhasil ditangkap oleh petugas dan langsung diperiksa di Laboratorium Kesehatan Hewan (Labkeswan) milik Dinas Peternakan Kabupaten Belu. Dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui bahwa kucing tersebut positif rabies.
“Hewan penular rabies berupa kucing yang menggigit warga sudah kami tangkap dan lakukan pemeriksaan di Labkeswan, dan hasilnya dinyatakan positif rabies,” katanya.
Ia menambahkan, sebagai langkah pencegahan agar kasus serupa tidak meluas, pihaknya langsung menerjunkan petugas untuk melakukan vaksinasi terhadap hewan-hewan peliharaan yang berada di wilayah Kelurahan Manumutin.
“Kami hari ini pokja penanganan rabies sebanyak 30 orang langsung ke lokasi untuk menyisir wilayah manumutin dan melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharaan di sekitar lokasi kejadian untuk memutus rantai penularan rabies,” ucapnya.
Yoos Sudarso Djami juga memastikan ketersediaan vaksin rabies di Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Belu masih mencukupi untuk upaya pencegahan. Ia pun mengimbau masyarakat yang memiliki hewan peliharaan seperti anjing, kucing, maupun hewan lain yang berpotensi menularkan rabies agar segera melakukan vaksinasi.
“Stok vaksin rabies di dinas masih sangat mencukupi saat ini ada 18.325 dosis. Kami mengimbau masyarakat yang memiliki hewan peliharaan agar segera memvaksin hewan mereka guna mencegah penyebaran rabies,” katanya.
Diketahui, peristiwa gigitan hewan penular rabies ini bermula pada Sabtu, 14 Maret 2026, ketika tiga orang warga lebih dahulu menjadi korban gigitan. Kemudian pada Minggu, 15 Maret 2026, delapan warga lainnya juga mengalami gigitan dari hewan yang sama. Seluruh korban saat ini telah mendapatkan vaksin anti rabies dan terus dipantau kondisi kesehatannya oleh tenaga medis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....