Warga Tukuneno Soroti Kualitas Proyek Bak Penampung Air, Belum dipakai Sudah Roboh

  • 15 Mar 2026 21:43 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Bangunan bak penampung air yang dibangun menggunakan anggaran Dana Desa Tahun Anggaran 2025 di Rt 001/Rw 0001, Desa persiapan Manuaman Faktukbot, Desa Induk Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat yang belum dimanfaatkan masyarakat setempat, namun bangunan tersebut telah roboh dari sisi samping hal ini diduga konstruksi bangunan yang tidak sesuai spesifikasi.

Peristiwa tersebut menimbulkan sorotan dari warga setempat yang mempertanyakan transparansi serta kualitas pengelolaan anggaran Dana Desa dalam pembangunannya.

Pasalnya bak penampung air yang dibangun dengan anggaran DD tahun anggaran 2025 dengan nominal Rp53.247.000 untuk tiga bak penampung yang dikerjakan pihak ketiga memberikan catatan buruk dikarenakan tidak sesuai kualitas, belum dimanfaatkan bangunan tersebut telah rusak, selain roboh dari sisi samping sisi lainnya juga mulai ikutan retak.

Salah satu warga Dusun Hofehan, Desa Tukuneno yang enggan disebutkan namanya kepada rri.co.id Minggu 15 Maret 2026 mengaku kecewa dengan kondisi yang terjadi.

Ia memberikan kritikan tajam bahwa pemdes lalai dalam pengawasan dan bak yang seharusnya melayani kebutuhan air bersih masyarakat namun belum sempat menjadi bak penampung bangunan langsung roboh.

“Sangat disayangkan anggaran DD dihamburkan untuk pembangunan yang katanya untuk keberlanjutan namun belum berdampak bagi kepentingan masyarakat sudah roboh, ini karena kualitas bangunan yang buruk,” ucapnya.

Ia juga menilai kerusakan bangunan dalam waktu singkat menimbulkan pertanyaan terkait kualitas pengerjaan proyek tersebut yang seakan-akan menghamburkan DD tanpa memperhatikan kualitasnya diduga juga karena kurangnya pengawasan di lapanganan karena dipercayakan kepada pihak ketiga.

“Bangunan ini belum sempat dipakai, baru pengisian air pertama tetapi sudah roboh , kami tentunya sangat kecewa karena seharusnya fasilitas ini bisa membantu kami mendapatkan air bersih, malah sebaliknya jadi masalah baru bagi kami sehingga perlu adanya audit terkait kerusakan ini,” ucapnya lagi.

Ia mengatakan, Dana Desa merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa, karena itu setiap proyek yang menggunakan anggaran tersebut harus dikerjakan secara profesional, transparan dan bertanggung jawab.

Warga juga berharap adanya penjelasan dari pihak pemdes mengenai proses perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan pembangunan proyek tersebut. Menurutnya transparansi penggunaan anggaran dinilai penting agar masyarakat mengetahui secara jelas pemfaatan DD salah satunya pembangunan bak penampung air.

“Bangunan ini seharusnya dirubuhkan saja, kalo mau hemat anggaran untuk tambal atau memperbaiki sisi yang roboh sangat tidak mungkin karena hampir semua sisi sudah retak,” ujarnya.

Selain itu, ia meminta kedepannya setiap proyek pembangunan desa benar-benar diawasi acara ketat sehingga Dana yang bersumber dari negara yang diberikan bertujuan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat bukan menimbulkan persoalan bagi masyarakat yang akan memanfaatkan bantuan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan RRI Atambua membuka ruang bagi yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi sepenuhnya. (KM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....