Bupati TTU Serahkan Sebanyak 25 Unit Jamban Sehat untuk Masyarakat di Desa Naob

  • 10 Mar 2026 20:27 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Bupati TTU menyerahkan bantuan 25 unit jamban sehat kepada masyarakat di Desa Naob Kecamatan Noemuti Timur yang selama ini menggunakan Jambandarurat yang terbuat dari bahan plastik rusak. Jamban tersebut dikerjakan oleh Dinas PUPR TTU dengan anggaran dari DAK tahun anggaran 2025. Tujuan penyediaan jamban sehat itu supaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menjawab kebutuhan dasar mereka. Hal ini disampaikan oleh Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo, dalam sambutannya pada Senin 9 Maret 2026.

Menurut Bupati Falent bahwa, bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Noemuti Timur khususnya Desa Naob supaya mencapai target sanitasi yang lebih baik. Ia juga berpesan bahwa program jamban sehat akan terus berlanjut tetapi harus bergilir ke wilayah lain karena TTU luasnya mencapai 24 Kecamatan.

"Ini adalah langkah kecil tetapi Pemda TTU tetap harus hadir supaya membantu masyarakat yang selama ini hanya memakai jamban darurat. Kami berharap jamban ini dapat membantu masyarakat memiliki akses sanitasi yang lebih baik," kata Bupati Falent.

Lebih jauh kata Bupati Falent bahwa, program sanitasi tersebut merupakan standar yang harus dimiliki oleh setiap keluarga di TTU lebih khusus Desa Naob. Sebab sanitasi sehat itu, masuk dalam aspek penilaian kebutuhan dasar dari setiap keluarga. Jadi masyarakat yang memiliki sanitasi sehat bisa dikategorikan beranjak menuju sejahtera", ujar Pendiri Ormas Beta Timor ini.

Sementara salah satu masyarakat penerima bantuan yakni, Maksimus Tilis mengucapkan terima kasih kepada Bupati TTU dan Kepala Dinas PUPR atas kepedulian terhadap mereka sehingga dibantu 25 unit WC sehat. Sebagai masyarakat kecil kami sangat bersyukur atas bantuan sanitasi yang sangat dibutuhkan mereka.

"Pasalnya sebelum adanya bantuan jamban sehat ini, kami dari 25 kepala keluarga itu hanya menggunakan jamban darurat, jamban tanpa plester ataupun tidak ada lantai. Bahkan ada keluarga yang memakai jamban darurat selama belasan tahun dengan cloeset yang diakali dengan pipa maupun ember bekas", kata Maksimus (SK).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....