Masyarakat Insana Barat Prioritaskan Pemberdayaan dan Infrastruktur Jalan
- 07 Mar 2026 20:06 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Kefamenanu - Masyarakat di Kecamatan Insana Barat Kabupaten TTU memprioritaskan 5 isu utama yang menjadi kendala mereka dalam Musrembang tingkat kecamatan. Kendala tersebut yakni pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian, peternakan, infrastruktur, SDM dan Koperasi Desa Merah Putih. Hal ini disampaikan oleh Plh Camat Insana Barat, Irenius Abi, S.STP.,M.Si, saat Musrembangcam di kantor Camat Insana Barat pada Kamis 5 Maret 2026.
Menurut Irenius bahwa, pemerintah Kecamatan Insana Barat bersama para kepala desa, BPBD dan masyarakat setempat telah memetakan potensi dan persoalan yang dihadapi. Perlu diketahui bahwa wilayah Insana Barat, memiliki potensi pertanian seperti jagung, kacang tanah dan produk hortikultura.
"Masyarakat Insana Barat, mata pencaharian mereka adalah petani sehingga perlu diberdayakan oleh Pemda TTU maupun pemerintah kecamatan. Supaya masyarakat bisa meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian dengan memanfaatkan teknologi modern dan meningkatkan akses ke pasar. Dengan demikian masyarakat akan memperoleh uang dari hasil pemberdayaan tadi", ujar Irenius.
Lebih lanjut kata Irenius bahwa, Insana Barat menghadapi tantangan besar karena tidak mempunyai SDM mumpuni. Padahal wilayah tersebut memiliki potensi pertanian dan peternakan, tapi tidak dieksplorasi maksimal karena keterbatasan SDM. Sehingga perangkat daerah yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat perlu mendapat Bimtek. Supaya membantu memaksimalkan potensi pertanian yang ada di daerah tersebut", ujar mantan Camat Biboki Feotleu ini.
Lebih jauh kata Irenius bahwa infrastruktur jalan di Insana Barat, sepanjang 21 Km hingga menembus ke wilayah Kiupasan juga harus mendapat sentuhan pembangunan. Pasalnya jalan di wilayah tersebut telah termakan usia sehingga aspalnya terkelupas dan mengalami kerusakan berat. Padahal kalau jalan di Insana Barat baik maka daerah tersebut bisa menjadi pemasok utama hortikultura, jagung dan kacang-kacangan ke Kota Kefamenanu", ujar Kabag Tatapem ini.
Persoalan lain yang dihadapi adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Karena saat ini, pemerintah desa tidak bisa membangun kegiatan fisik dengan biaya dari dana desa. Sehingga pemberdayaan ekonomi masyarakat harus diarahkan pada Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) atau makan bergizi gratis (MBG). Sehingga masyarakat bisa secara berkelompok dapat beternak dan bertani supaya menjadi penyuplai untuk program pemerintah pusat itu", ujar Irenius.
"Dengan memprioritaskan isu-isu tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Insana Barat dan memajukan perekonomian daerah. Camat sebagai koordinator lintas sektor berperan penting dalam memastikan program-program pembangunan desa berjalan efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat", ujar Irenius (SK).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....