Program MBG di Malaka Serap Sebanyak 600 Tenaga Kerja Lokal

  • 05 Mar 2026 20:28 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Malaka - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Malaka tidak hanya berperan dalam meningkatkan kualitas gizi anak, tetapi juga memberi dampak nyata pada perekonomian masyarakat lewat lapangan kerja baru.

Sejak beroperasi, program yang dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di beberapa kecamatan ini, telah menerapkan sebanyak 600 tenaga kerja lokal. Semua Tengah kerja direktur dari masyarakat lokal sehingga manfaat program dapat langsung dirasakan warga setempat.

Koordinator Wilayah Kabupaten Malaka, Stefania S. Nale, menyebut sebagai ratusan tenaga kerja ini tersebar di beberapa unit dapur SPPG sesuai jenis dan tugas pekerjaan masing-masing.

“Sekitar 600 tenaga kerja lokal kini bekerja di SPPG yang beroperasi,” kata Stefania Nale, Kamis 5 Maret 2026.

Tenaga kerja terdiri dari beberapa profesi seperti Kepala SPPG, Ahli Gizi, Akuntan, Juru Masak, Petugas Kebersihan, Pengemudi, dan tenaga keamanan. Seluruh tenaga kerja telah didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Langkah ini untuk memberi perlindungan kerja dan jaminan sosial bagi setiap pekerja yang terlibat dalam program tersebut.

Selain membuka peluang usaha, program ini juga memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal untuk terlibat dalam rantai pasokan pangan. Tercatat sebanyak 30 pemasok lokal yang berpartisipasi dalam penyediaan bahan makanan.

Pemasok tersebut terdiri dari empat CV, delapan UD, dan delapan belas pelaku UMKM yang menyediakan berbagai bahan pangan segar yang digunakan untuk kebutuhan menu makan bergizi.

Dengan melibatkan tenaga kerja dan pemasok lokal, Program MBG di Kabupaten Malaka tak hanya meningkatkan status gizi anak-anak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat UMKM, serta menciptakan ekosistem pangan lokal yang berkelanjutan.

ke depan program ini dapat terus berkembang agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat Malaka baik dari aspek kesehatan, kesejahteraan serta pemberdayaan ekonomi lokal. (AS)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....