Cuaca Ekstrem, Nelayan Belu Menjaring Ikan di Lokasi Pesisir

  • 05 Mar 2026 15:33 WIB
  •  Atambua

RRICO.ID, Atambua - Ditengah ancaman cuaca ekstrem tidak menyurutkan aktifitas warga nelayan pantai utara Belu mencari hasil tangkapan ikan.

Aktivis yang dilakukan semata-mata bagaimana bisa sedikit memperoleh sedikit hasil tangkapan, bisa di jual juga untuk konsumsi.

Untuk menjaring ikan ke tengah tidak memungkinkan, dikarenakan adanya ancaman gelombang tinggi. Nelayan pun dengan perahu dayung sebatas menebar pukat sekitar tepian pantai. Terdapat pula yang hanya mancing.

Pantauan rri.co.id Kamis 5 Maret 2026, beberapa orang warga nelayan menebar jala tidak begitu jauh ke dalam dan kembali ke tepi, begitupula ada yang memancing.

Aktifitas yang dilakukan pun hanya memperoleh sedikit ikan dan cukup untuk makan.

"Tahu bulan begini cuaca buruk kita tidak bisa terlalu dalam ke tengah laut. Palingan pesisir itu juga tetap baca arus laut," kata warga Nelayan dusun Berlalu desa Jenilu Markus Abi.

Kondisi laut kata dia terhitung bulan Februari-Maret sangat tidak bersahabat. Tidak memungkinkan untuk menjala ikan, memungkinkan palingan menggunakan perahu dayung sekitar pesisir.

"Hujan angin kadang petir bulan begini tidak berani ke dalam. Kalau tidak dengan perahu palingan mancing," ucapnya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan rilis informasi cuaca seputaran wilayah perairan Nusa Tenggara Timur.

Peringatan Dini Cuaca Wilayah Nusa Tenggara Timur tgl 03 Maret 2026 pkl. 11:30 WITA berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. Kewaspadaan dini termasuk aktifitas nelayan di perairan laut Timor Atapupu Kabupaten Belu-NTT, untuk tidak melaut.

"Kondisi begini nelayan biasa sudah tahu karena ada grup juga informasi cuaca himbauan dari Pol air juga pemerintah Desa kecamatan agar tidak melaut," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....