Peduli Kesehatan Perempuan dan Momentum HUT ke-25 Loka POM Belu Gelar Vaksin HPV

  • 03 Mar 2026 18:10 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Loka pengawas obat dan Makanan di Kabupaten Belu yang bekerja sama dengan pengurus KORPRI pusat melaksanakan vaksin HPV bagi ASN lingkup Pemda dan terbuka bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Belu, di Aula lantai satu Kantor Bupati Belu pada Selasa 03 Maret 2026.

Kepala Loka POM Kabupaten Belu, Ferdian Dwi Armanto, S.Farm., Apt, menyampaikan kegiatan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-25 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan perempuan, khususnya dalam pencegahan kanker serviks.

Ia menambahkan kegiatan Vaksinasi diikuti 110 peserta dan akan di berikan dalam tiga kali dosis vaksin dengan dosis 0,5 yang akan di langsungkan pada bulan Maret dosis pertama , bulan Mei dosis kedua dan bulan September 2026 mendatang menjadi tahapan akhir atau dosis ketiganya.

Disampaikan Ferdian terkait harga vaksin per dosis sebesar Rp290 ribu, jauh lebih terjangkau dibandingkan harga normal yang mencapai sekitar Rp1 juta per dosis.

,”Jadi ini merupakan kerja sama dengan KOPRI pusat dengan harga yang lebih terjangkau ini merupakan wujud nyata kepedulian loka POM Belu terhadap kesehatan manusia, dapat dikatakan kegiatan ini murni bentuk kepedulian dan komitmen kami dalam melindungi masyarakat, khususnya kaum perempuan, dari ancaman kanker serviks akibat infeksi HPV,” ucap Ferdian menjelaskan.

Selain vaksinasi HPV, rangkaian kegiatan HUT BPOM ke-25 di Kabupaten Belu juga telah diisi dengan donor darah pada 26 Januari 2026 bekerja sama dengan RSUD setempat, yang berhasil mengumpulkan sekitar 40 kantong darah. Kegiatan lain berupa penanaman pohon serentak pada 30 Januari 2026, di mana Loka POM Belu telah menanam sekitar 600 bibit pohon dari target 5.000 pohon dalam kurun dua tahun.

Ferdian Armanto menekankan bahwa pengawasan obat dan makanan tidak hanya dilakukan melalui pengendalian produk, tetapi juga melalui edukasi dan perlindungan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Pusat serta Pemerintah Daerah Kabupaten Belu melalui Dinas Kesehatan dan Puskesmas yang telah mendukung pelaksanaan vaksinasi ini. Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat penting untuk memperluas cakupan perlindungan kesehatan masyarakat.

Ferdian mengatakan dari Data dari World Health Organizatio (WHO) menunjukkan bahwa kanker serviks merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di negara berkembang. Oleh karena itu, vaksinasi HPV menjadi bagian penting dalam strategi global eliminasi kanker serviks.

Melalui kegiatan ini, Ia berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi semakin meningkat, sehingga angka kasus kanker serviks di wilayah Belu dapat ditekan secara signifikan. (KM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....