PMI Belu Membentuk Pokja Aksi Merespon Peringatan Dini di Kabupaten Belu
- 02 Mar 2026 15:35 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Palang Merah Indonesia Kabupaten Belu mengadakan kegiatan sosialisasi dan membentuk Pokja Aksi Merespon Peringatan Dini (AMDP) di Kabupaten Belu. Langkah ini didorong sebagai komitmen dalam menindaklanjuti rencana kerja program SIAP SIAGA, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi NTT, PMI Pusat, Australia Red Cross (ARC) dan juga kemitraan bersama DFAT Australia.
Pelaksanaan sosialisasi dan pembentukan pokja di langsungkan di Aula Hotel Nusantara II yang berlangsung dari Senin 2 - Rabu 3 Maret 2026.
Asisten II Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Belu
Rine Bere Bria saat membuka kegiatan menyampaikan Pembentukan Pokja menjadi langkah penting dalam merespon peringatan dini.
Rine Bere Bria saat membuka kegiatan menyampaikan Pembentukan Pokja menjadi langkah penting dalam merespon peringatan dini.
Ia menekankan pokja AMPD merupakan langkah strategis untuk memastikan sistem peringatan dini tidak berhenti pada sekedar penyampaian informasi namun ditindakljuti dengan aksi nyata di masyarakat.
"Dengan terbentuknya Pokja AMPD harus bekerja dengan optimal dalam memberikan pelayanan dan pencegahan bagi masyarakat, dan kita Optimis PMI Belu melalui Pentahelix mampu menjalankan semuanya dengan optimal,” ucap Rine Bere Baria.
Selain itu dirinya juga mengapresiasi kinerja PMI Belu yang berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Forum Pengurangan Risiko Bencana Bencana (FPRB) NTT serta melibatkan jejaring pentahelix memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana melalui penguatan kapasitas jejaring kerja di Kabupaten Belu dalam bidang aksi Antisipastif.
Dikesempatan yang sama Ketua Harian Pengurus Palang Merah Kabupaten Belu Theodorus F. Seran Tefa, SM., M.Sos menyampaikan Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD) merupakan salah satu pendekatan baru yang bertujuan untuk aktivasiaksi dini sebelum bencana datang sesuai peringatan dini dari BMKG. Hal ini penting untuk mengurangi dampak bencana baik itu kehilangan nyawa, harta benda bahkan kerusakan infrastruktur.
"Tentunya, pengembangan AMPD ini mesti berbasis lokal selain peringatan dini dari BMKG, penentuan pemicu dan ambang batas dalam penetapan SOP harus sesuai dengan konteks lokal serta berbasis inklusifuntuk semua kelompok masyarakat khususnya bagi kelompok rentan baik itu ibu hamil, ibu menyusui, bayi, anak-anak, lansia dan disabilitas,” ucap Theo Manek sapaan karib ketua harian PMI Belu
Menurutnya dengan terbentuknya Pokja menjadi aksi antisipatif dalam merespon peringatan dini yang dikeluarkan BMKG lebih masif khususnya di wilayah rawan bencana baik banjir, tanah longsor, rob, puting beliung dan jenis bencana hidrometerologis lainnya.
Ditambahkan sebagaimana 3 pilar utama AMPD yakni peringatan dini, aksi dini dan pendanaan maka diperlukan diseminasi ke setiap komponen masyarakat terkait informasi peringatan dini sehingga dapat mengambil langkah evakuasi dini sebelum bencana datang.
"Program SIAP SIAGA merupakan kemitraan Australia–Indonesia untuk kesiapsiagaan bencana yang bertujuan meningkatkan kemampuan Indonesia dalam mencegah, mempersiapkan, merespons, dan memulihkan diri dari bencana,” kata Theo Manek.
Theo Manek juga mengungkapkan Pokja AMPD Provinsi NTT telah dibentuk pada Juni 2025 dan ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur NTT tentang Kelompok Kerja Aksi Merespons Peringatan Dini. Sehingga mengharapkan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Belu untuk mewujudkan pembentukan Pokja AMPD ini yang bisa di tetapkan dalam Surat Keputusan (SK) oleh Bupati serta mendorong semua stakeholder untuk mengambil bagian dalam mengaktifkan Pokja AMPD di Kabupaten Belu.
Ketua Harian PMI Belu berharap melalui penguatan Pokja AMPD, kolaborasi lintas sektor semakin solid dan mampu mendukung pembangunan berkelanjutan dan memperkuat kolaborasi serentak membangun sinergi mewujudkan Kabupaten Belu yang MANTAB (Masyarakat Aman dan Tangguh Bencana) dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi risiko bencana. (KM)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....