Kewaspadaan Terhadap Cuaca dan Kelengkapan Alat Keselamatan Laut
- 01 Mar 2026 16:01 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Pekerjaan nelayan memiliki risiko tinggi karena harus berhadapan langsung dengan kondisi cuaca laut yang sering kali berubah ekstrem, kesadaran akan keselamatan diri harus ditingkatkan.
"Mata pencaharian sebagai nelayan cukup berisiko karena kita terus bergulat dengan kondisi cuaca laut tidak selalu bersahabat," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Alor, Muhammad Fahmi Uba, kepada Rri.co.id, Minggu 01 Maret 2026.
Nelayan harus memahami potensi bahaya dari lingkungan sekitar agar dapat mengambil keputusan yang tepat saat situasi darurat terjadi.
Pentingnya membawa alat keselamatan seperti pelampung, cermin, senter, pisau, dan parang sebagai perlengkapan wajib saat melaut. Peralatan sederhana tersebut dapat menjadi sarana penyelamat yang sangat efektif saat nelayan mengalami kendala di laut lepas.
“Selain alat keselamatan diri, perbekalan makanan dan minuman yang cukup juga harus diperhatikan sebagai langkah antisipasi terdampar lama hingga bantuan datang menolong mereka dari lokasi kejadian darurat .”ujarnya menghimbau
BPBD Alor terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat pesisir agar selalu mengutamakan aspek keselamatan kerja dibandingkan mengejar hasil tangkapan.
Kesadaran kolektif antara nelayan dan pemerintah diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang jauh lebih aman bagi masyarakat pesisir. Kerja sama semua pihak menjadi kunci utama dalam upaya menekan angka kecelakaan kerja pada sektor kelautan Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....