Bahasa Ibu Bampalola Tetap Terjaga di tengah Arus Modernisasi

  • 28 Feb 2026 18:48 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Komitmen menjaga bahasa dan identitas budaya terus ditegaskan Pemerintah Desa Bampalola Kecamatan Alor Barat Laut Kabupaten Alor bersama para pegiat budaya. Bahasa ibu dinilai menjadi fondasi utama dalam mempertahankan jati diri masyarakat di tengah arus modernisasi.

Penggiat budaya Bampalola, Aja Adiputra Eki Asri, menyampaikan bahwa pembiasaan budaya harus dimulai sejak dini. Anak-anak dan generasi muda dibiasakan menggunakan bahasa daerah dalam komunikasi sehari-hari, termasuk di lingkungan sekolah.

“Bahasa daerah itu bahasa ibu dan identitas kami sebagai orang Bampalola. Sampai hari ini masih kental digunakan dan tetap kami jaga,” ujar Aja. Sabtu, 28 Februari 2026.

Ia menegaskan, kekhawatiran akan hilangnya bahasa telah diantisipasi melalui pendidikan dan praktik budaya di sekolah. Bahkan, ujian praktik mewajibkan siswa menguasai tarian adat dan bahasa daerah sebagai bagian dari kelulusan.

Sementara itu, Kepala Desa Bampalola, Mukhtar Adang, menilai bahasa ibu adalah warisan yang tidak boleh ditinggalkan, meskipun seseorang merantau bertahun-tahun ke luar daerah. Menurutnya, penggunaan bahasa ibu menjadi bagian dari kesakralan dan identitas kampung.

“Di Bampalola, meskipun orang merantau puluhan tahun, bahasa ibu tidak boleh hilang. Itu menyatu dengan diri dan harus tetap digunakan ketika kembali ke kampung,” tegas Mukhtar.

Selain menjaga bahasa, pemerintah desa juga membuka ruang kolaborasi bagi pihak luar untuk mengembangkan potensi budaya dan wisata Bampalola. Upaya ini diharapkan memperkuat persatuan serta menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....