Satgas Pamtas Amankan Beras Selundupan di Pos Napan

  • 28 Feb 2026 07:55 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Satuan tugas pengaman perbatasan (Satgas Pamtas RI-RDTL) menggagalkan penyelundupan beras dan BBM jenis solar. Penggagalan barang ilegal itu, atas kerja sama dengan Satgas Citarum BAIS TNI dan BINDA TTU sehingga mengamankan 2.175 kg beras asal Timor Leste jenis Manutafui dan 110 liter solar yang hendak diselundupkan ke Indonesia maupun ke Timor Leste. Hal ini disampaikan Dansatgas melalui Pasi Intel Satgas Pamtas RI-RDTL, Lettu Arh Dona Yuniyanto kepada awak media pada Jumat 27 Februari 2026.

Menurut Pasi Intel bahwa penggagalan barang selundupan itu dilakukan di wilayah perbatasan Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten TTU pada Kamis 26 Februari 2026. Hal ini sebagai upaya untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban di perbatasan serta melindungi ekonomi negara.

"Sebelum dilakukan penggagalan barang selundupan itu, pihak Satgas Pamtas RI-RDTL bersama BAIS TNI dan BINDA TTU mendapat informasi bahwa ada kegiatan penyelundupan yang terjadi di sekitar perbatasan Desa Napan. Karena itu, personel Satgas di Pos Napan bawah bersama BAIS TNI dan BINDA TTU melakukan penyisiran dan didapati adanya beras dan BBM yang berada di sebuah gubuk kosong pada kebun yang akan diselundupkan ke wilayah Indonesia", ujar Lettu Arh Dona.

Sementara Danpos Napan Bawah, Letda Arh Sulthan menyampaikan, bahwa dalam penyisiran yang dilakukan, pihaknya memperoleh barang bukti beras merk Timor Leste dengan total 2.175 Kg dan BBM jenis solar sebanyak total 110 liter. Barang bukti mereka serahkan kepada pihak Bea Cukai PLBN Napan dan diamankan di Makosatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat.

Dengan adanya penggagalan barang selundupan ini, tentunya dapat mencegah kerugian negara dimana beras tersebut diduga akan diperjualbelikan ke Indonesia dengan harga yang lebih tinggi. Karena itu, Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad berkomitmen untuk selalu menjaga keamanan wilayah perbatasan dari segala bentuk kemungkinan pelanggaran yang dapat terjadi", ujar Letda Arh Sulthan (SK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....