Akses dan Infrastruktur Jadi Tantangan Mitigasi
- 27 Feb 2026 15:38 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Kesiapan usaha farmasi lokal dalam mendukung mitigasi bencana di Kabupaten Alor tidak terlepas dari dukungan teknologi dan infrastruktur. Namun di balik kemajuan sistem digital, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama.
Owner Apotik Alor Gresia Farma, apt. Lusia Drikti N. Gorantokan, menjelaskan bahwa sistem pemesanan obat saat ini sudah dilakukan secara online. Distributor di luar daerah pun telah menggunakan sistem digital sehingga proses pemesanan menjadi lebih cepat dan efisien.
“Sekarang pemesanannya sudah by online, teknologi sangat membantu. Tantangannya kalau terjadi blackout atau sinyal hilang, itu yang jadi masalah,” ujarnya. Jumat, 27 Februari 2026.
Ia mengakui, gangguan jaringan sempat dirasakan, meski tidak sampai menghambat distribusi obat secara signifikan. Alternatif jaringan masih bisa dimanfaatkan sehingga operasional tetap berjalan.
Selain teknologi, kesiapan internal juga menjadi perhatian. Hingga kini, apotek yang dikelolanya belum memiliki SOP tertulis khusus untuk kondisi darurat, meski komunikasi dan saling mengingatkan antar pegawai terus dilakukan, termasuk memantau peringatan dini dari BMKG.
Dalam hal perlindungan karyawan, ia memastikan ketersediaan obat tidak hanya untuk masyarakat, tetapi juga bagi pegawai apotek. Menurutnya, karyawan harus menjadi prioritas utama agar pelayanan tetap berjalan saat kondisi krisis.
Ia juga menyoroti persoalan akses informasi yang belum merata di Kabupaten Alor. Tidak semua masyarakat dapat menerima peringatan dini karena keterbatasan jaringan internet, terutama di wilayah pedesaan dan kepulauan.
“Tidak semua masyarakat mendapatkan akses informasi tentang akan terjadi bencana apa. Ini yang menurut saya masih menjadi keprihatinan,” katanya.
Menurutnya, perpaduan antara teknologi modern dan kearifan lokal perlu diperkuat. Ia mencontohkan pengalaman saat menjadi korban erupsi Merapi tahun 2010, di mana masyarakat mengenali tanda-tanda alam sebelum bencana terjadi.
Selain itu, ia berharap pemerintah terus meningkatkan infrastruktur jalan dan jaringan internet. Akses yang memadai akan mempercepat distribusi bantuan dan mencegah keterlambatan logistik di daerah terpencil.
Kepada masyarakat, ia berpesan agar lebih sadar terhadap riwayat kesehatan pribadi dan tidak menunda pembelian obat rutin, terutama bagi penderita penyakit kronis. Ia juga mengingatkan pentingnya memiliki kotak P3K dan tas siaga bencana untuk kebutuhan minimal 72 jam pertama.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat terus diperkuat. Dengan dukungan infrastruktur dan kesadaran bersama, mitigasi bencana di daerah kepulauan seperti Alor dapat berjalan lebih optimal dan masyarakat tetap terlindungi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....