Apoteker Alor Hadapi Tantangan Akses Bencana

  • 27 Feb 2026 15:31 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Peran apoteker di Kabupaten Alor tidak hanya terbatas pada pelayanan obat di apotek. Dalam situasi bencana, mereka turut turun langsung ke lapangan membantu masyarakat terdampak.

Owner Apotik Alor Gresia Farma, apt. Lusia Drikti N. Gorantokan, mengisahkan pengalamannya saat pandemi COVID-19 dan bencana Seroja 2021. Saat pandemi, pihaknya membuka saluran donasi untuk membantu tenaga kesehatan yang membutuhkan alat pelindung diri.

Ketika badai Seroja melanda, ia bersama apoteker lain yang tergabung dalam Ikatan Apoteker Indonesia ikut terjun ke lokasi terdampak.

“Waktu itu kami turun langsung ke lapangan, membagikan obat-obatan dan mengedukasi cara penggunaan obat kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. Jumat, 27 Februari 2026.

Ia menuturkan, kondisi masyarakat saat itu sangat memprihatinkan. Banyak warga kehilangan rumah, harta benda, hewan ternak, bahkan lahan pertanian, sehingga membutuhkan tidak hanya bantuan medis, tetapi juga dukungan psikologis.

Apoteker yang turun ke lapangan tidak hanya menjalankan tugas sesuai tupoksi kefarmasian. Mereka juga melakukan pendampingan psikososial, khususnya kepada anak-anak, dengan mengajak bermain dan memberikan semangat.

“Uniknya, kami bukan hanya membagikan obat, tetapi juga membagikan sukacita. Kami ikut mendampingi secara psikososial, terutama anak-anak,” katanya.

Dalam proses distribusi logistik, apoteker berkolaborasi dengan organisasi profesi kesehatan lain seperti dokter, perawat, dan bidan. Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan dan BPBD juga membantu penyaluran bantuan ke lokasi terdampak.

Namun, tantangan terbesar adalah akses menuju daerah bencana. Kondisi geografis Alor sebagai wilayah kepulauan, ditambah cuaca ekstrem dan gelombang tinggi hingga empat meter, kerap menyulitkan distribusi logistik.

Ia berharap ke depan tidak terjadi kekosongan obat di puskesmas maupun pustu di wilayah terpencil saat bencana terjadi. Menurutnya, penanganan bencana di daerah kepulauan membutuhkan sinergi semua pihak agar pelayanan kesehatan tetap berjalan dan masyarakat tidak merasa sendiri menghadapi musibah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....