TNI AL Andalkan Kolaborasi Jaga Laut Alor

  • 26 Feb 2026 16:06 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Komandan Pos TNI Angkatan Laut Pulau Alor, Kapten Laut (P) Musliman, mengungkapkan tantangan terbesar dalam menjaga perairan Alor adalah keterbatasan sarana dan prasarana. Luas wilayah serta kondisi geografis menjadi hambatan tersendiri.

Ia menjelaskan, Kabupaten Alor terdiri dari banyak pulau dengan jarak tempuh yang tidak dekat. Faktor cuaca dan arus di Selat Pantar juga kerap menyulitkan patroli laut.

“Tantangan terbesarnya itu sarana dan prasarana. Wilayahnya luas, terdiri dari banyak pulau, dan kondisi lapangan serta cuaca kadang menyulitkan,” ujarnya. Kamis, 26 Februari 2026.

Menurutnya, meski laut terlihat tenang, gelombang tetap ada dan bisa memperlambat pergerakan. Bahkan sebelum petugas tiba di lokasi, kapal yang dicurigai terkadang sudah lebih dulu kabur.

Selain itu, pelaku juga memanfaatkan kecanggihan komunikasi. Tidak jarang barang bukti seperti bom ikan dibuang ke laut sebelum petugas mendekat.

“Kadang sebelum kami sampai, mereka sudah kabur. Dengan alat komunikasi yang canggih, mereka bisa saling memberi informasi. Ada juga yang membuang barang bukti ke laut,” jelasnya.

Kapten Musliman menegaskan, pengawasan bukan hanya tanggung jawab TNI AL semata. Masyarakat pesisir diharapkan menjadi mata dan telinga dalam mendeteksi aktivitas mencurigakan.

Melalui edukasi, desa binaan di Aimoli, serta pelibatan nelayan dan petani rumput laut, TNI AL terus mendorong kolaborasi. Ia berharap seluruh elemen masyarakat mencintai laut dan bersama menjaga kedaulatan wilayah Alor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....