Illegal Fishing Dominasi Pelanggaran Laut Alor

  • 26 Feb 2026 16:01 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Komandan Pos TNI Angkatan Laut Pulau Alor, Kapten Laut (P) Musliman, mengungkapkan pelanggaran yang paling sering terjadi di perairan Alor adalah illegal fishing. Pelanggaran tersebut umumnya dilakukan oleh kapal dari luar daerah.

Menurutnya, posisi Alor yang berbatasan langsung dengan Timor Leste menjadikan wilayah ini rawan penerobosan. Potensi sumber daya ikan yang melimpah juga menjadi daya tarik bagi pelaku pelanggaran.

“Sementara ini pelanggaran yang paling banyak adalah illegal fishing. Rata-rata pelanggarnya bukan dari wilayah sini, tetapi dari luar,” ujarnya. Kamis, 26 Februari 2026.

Ia menjelaskan, keterbatasan sarana, prasarana, dan personel menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan. Posal Alor hanya didukung speed boat jenis RIB atau sea rider untuk patroli.

“Jika kami menemukan kapal yang jelas-jelas melanggar, kami lakukan pengejaran, turunkan tim pemeriksa, periksa dokumen dan muatan. Setelah itu kita tangkap, sidik, lalu serahkan ke Kejaksaan,” tegasnya.

Kapten Musliman menambahkan, koordinasi dengan Koarmada VII, Bakamla, dan Polair terus dilakukan. Unsur kapal patroli cepat dari Kupang dikerahkan jika dibutuhkan di wilayah perbatasan.

Selain penindakan, TNI AL juga mengedukasi nelayan pesisir agar berperan aktif melapor. Masyarakat diharapkan menjadi mitra pengawasan demi menjaga kedaulatan dan kelestarian laut Alor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....