Pendidikan Butuh Peran Aktif Orang Tua

  • 25 Feb 2026 20:03 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Penerapan budaya sekolah aman dan nyaman menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga pendidik. Guru dituntut tegas tanpa menggunakan kekerasan dalam mendidik murid.

Guru SMAK St. Yoseph Kalabahi, Markus Kari, mengatakan pendekatan keras saat ini bukan lagi dalam bentuk fisik, melainkan ketegasan sikap. Ia menegaskan bahwa tujuan akhirnya tetap menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

“Menghadapi murid hari ini tidak lagi menggunakan kekerasan, tetapi ada yang harus ditegaskan. Kadang kita berteriak atau beri sanksi seperti hormat bendera, namun ujungnya tetap kembali pada aman dan nyaman,” ujar Markus Kari. Rabu, 25 Februari 2026.

Menurutnya, posisi murid saat ini berada pada titik aman karena berbagai kebijakan yang mendukung, mulai dari makan gratis hingga pembelajaran gratis. Di sisi lain, guru dituntut sabar, tenang, serta kreatif dalam menyesuaikan diri dengan regulasi terbaru seperti Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026.

Ia menambahkan, tantangan terbesar bukan hanya soal penerapan aturan, tetapi juga menjaga keseimbangan peran guru. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi figur orang tua di sekolah.

“Anak-anak memang dititipkan di sekolah, tetapi bukan berarti orang tua lepas tangan. Ketika ada teguran atau surat panggilan, orang tua harus cepat datang dan tetap menanyakan perkembangan anak setiap pulang sekolah,” katanya.

Markus berharap ada kesadaran bersama antara sekolah dan orang tua dalam mendidik anak. Menurutnya, pendidikan yang berhasil lahir dari kolaborasi, bukan dari penyerahan tanggung jawab sepihak kepada guru semata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....