Hujan Deras Jadi Penyebab Putusnya Akses Jalan Naob
- 24 Feb 2026 17:37 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Kefamenanu - Hujan deras yang melanda Kabupaten TTU pada Minggu 22 Februari 2026, menyebabkan longsor dan akses jalan utama putus dan mengancam 11 unit rumah masyarakat serta akses masyarakat dari desa maupun . Longsor yang membuat akses jalan putus terjadi di Desa Naob Kecamatan Noemuti Timur tepatnya di RT 12 dan terjadi pada lokasi longsor tahun 2025 lalu.
Plh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) TTU, Velismino Askeli, S.Sos saat diwawancarai RRI.CO.ID di lokasi kejadian pada Senin 23 Februari menyampaikan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan Dinas PUPR supaya dilakukan peningkatan jalan yang sudah dibuka sebelumnya. Karena kondisi jalan ke Kecamatan Noemuti Timur memang putus total. Sedangkan jalan alternatif yang ada sangat berlumpur dan sulit dilintasi kendaraan sehingga perlu ada peningkatan", ujar Askeli.
"Berdasarkan data sementara yang kami lakukan, ternyata terdapat 11 unit rumah milik masyarakat Desa Naob yang terancam sehingga perlu direlokasi. Karena lokasi tanah ini terus bergeser sebab di bawah permukaan tanah lokasi longsor ternyata banyak air", kata Askeli.
Lanjutnya bahwa longsoran lain juga terjadi di RT 09 Desa Naob dan makin mendekati pemukiman warga, sehingga peningkatan jalan perlu dilakukan dan pemasangan Bronjong. Supaya akses masyarakat terutama ke fasilitas kesehatan (Puskesmas Oemeu) mudah dan ini kami langsung sampaikan ke bapak Bupati TTU.
"Khusus longsor susulan pada lokasi yang sama seperti tahun 2025 lalu tercatat sepanjang 75 meter dan lebar sepanjang 35 meter. Jadi besok (Selasa) kami koordinasi dengan PUPR TTU supaya peningkatan jalan alternatif di Desa Naob makin lancar dan memudahkan berbagai akses masyarakat", ujar Askeli.
Sementara Camat Noemuti Timur, Hironimus Rusae, S.Ip.,MAP secara terpisah mengatakan bahwa pihaknya bersama personil Polres TTU meningkatkan jalan alternatif yang telah dibuka Dinas PUPR TTU tahun 2025 lalu di Desa Naob. Tujuan peningkatan jalan tersebut supaya masyarakat dan pelayanan pemerintahan tetap berjalan normal. Selain itu masyarakat bisa akses ke fasilitas publik, terutama fasilitas kesehatan saat masyarakat sakit darurat", ujar Primus (SK).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....