Musim Tanam Tiba, Waspadai Cuaca Tak Menentu

  • 24 Feb 2026 14:12 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua – Musim menanam telah tiba. Musim yang akan selalu ditunggu oleh para petani khususnya petani yang mengandalkan musim penghujan untuk mulai menggarap lahan sawah mereka.

Hal itu juga yang terlihat pada beberapa lahan sawah yang ada di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Seperti yang dituturkan kepada RRI.CO.ID melalui wawancara singkat, mereka telah mulai melakukan penanaman padi pada lahan sawah yang tersedia. “Tahun ini sebenarnya agak sedikit terlambat kami menanam. Karena curah hujan yang tidak menentu sehingga kami baru mulai menanam pada Jumat pekan lalu,” ujar Medhi, salah satu petani di Desa Naibonat.

Medhi menuturkan kekuatirannya untuk curah hujan saat ini. “Saya kuatir dengan curah hujan karena terkadang tiap hari hujan turun hingga banjir. Namun ada waktu tertentu panas bisa terjadi hingga beberapa hari. Tetapi itu jadi resiko untuk kami yang memiliki sawah tadah hujan,” tegas Medhi lebih lanjut.

Adapun jenis bibit padi yang dipakai pada musim tanam kali ini adalah Inpari 42. Bibit padi Inpari 42 adalah varietas unggul baru inbrida yang dirilis tahun 2016 yang dikenal berpotensi hasil tinggi (hingga 10,58 ton/ha) dan adaptif di lahan sawah irigasi.

Alasan Medhi memilih jenis bibit Inpari 42 dikarenakan padi ini berumur sekitar 112 hari, tahan terhadap penyakit padi yang menyebabkan daun padi mengering. “Kami memilih bibit ini, salah satunya karena beras yang dihasilkan pulen. Tetapi lebih dari itu, mengantisipasi gagal panen karena cuaca dan hama karena jenis bibit ini termasuk unggul dan tahan hama,” ucap Medhi disela-sela proses memanen anakan sebelum ditanam kembali.

Bagi petani yang menunggu musim penghujan tiba untuk menggarap lahan sawah yang ada, kekuatiran terbesar yakni hasil panen yang tidak maksimal. Menurut Medhi, lahan sawah yang digarap saat ini rentan terhadap banjir jika hujan terus menerus. Begitu juga jika cuaca tiba-tiba mengalami panas yang berkepanjangan. “Memasuki masa pra panen, kendala yang sering kami hadapi yakni curah hujan yang lebat atau kekeringan. Sehingga harus maksimal merawat tanaman padi dimulai dari masa tanam hingga masa jelang panen,” kata Medhi di akhir wawancara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....