Marak Kekerasan, Pemuda Katolik Tegaskan Atambua Kota Beriman !

  • 21 Feb 2026 23:08 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Julukan Atambua sebagai Kota Beriman dinilai tetap relevan meski belakangan marak kasus kekerasan dan perkelahian yang melibatkan anak muda di Kabupaten Belu-NTT.

Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang Belu, Yohanes Don Bosko Bereloe, menegaskan julukan tersebut bukan sekadar label, melainkan cita-cita bersama yang harus terus diperjuangkan seluruh elemen masyarakat.

“Julukan Atambua sebagai kota beriman bukan sebagai label kosong, tetapi sebuah cita-cita yang perlu terus dibangun dan diwujudkan,” katanya dalam program Obrolan Komunitas RRI Atambua edisi Sabtu 21 Februari 2026.

Ia menyebut maraknya perkelahian sebagai persoalan serius yang mengusik rasa persaudaraan, terlebih masyarakat tengah memasuki masa prapaskah serta bulan puasa bagi umat Muslim.

“Kalau kita beriman, harusnya tidak boleh ada pertengkaran dan perkelahian, apalagi sampai terjadi pembunuhan. Ini tidak sesuai dengan ajaran Kristiani,” ujarnya.

Menurutnya, akar persoalan kekerasan dapat dipicu minimnya ruang kreativitas bagi kaum muda sehingga energi produktif tidak tersalurkan secara tepat dan positif.

“Masa muda adalah fase emas kehidupan dan mestinya fokus pada pengembangan diri. Kita tidak sedang darurat perang,” tuturnya kembali menegaskan.

Ia berharap pemerintah, tokoh agama, adat, serta aparat keamanan memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas pemuda agar semangat persaudaraan di Belu tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....