Lapas Atambua Latih Warga Binaan Jasa Cuci Motor
- 20 Feb 2026 18:56 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Tidak sekadar menjalani masa pembinaan, warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua kini didorong untuk menguasai keahlian teknis yang kompetitif. Melalui kemitraan strategis dengan pelaku usaha lokal, Lapas Atambua menyelenggarakan pelatihan intensif jasa cuci motor dan mobil guna mencetak tenaga kerja yang terampil dan berjiwa wirausaha.
Sebagai langkah nyata dalam membekali warga binaan dengan keterampilan kerja, dua orang warga binaan yang tengah menjalani program asimilasi luar tembok pada Jumat 20 Februari 2026, tampak sigap dan telaten melayani pelanggan di area pencucian kendaraan. Dalam pelaksanaannya, aktivitas kerja di luar tembok lapas ini tetap berada di bawah pengawalan ketat petugas, Didik Sukabir, guna memastikan program pembinaan berjalan sesuai dengan standar operasional yang ditetapkan.
Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja) Lapas Atambua, Andra Sukabir, menjelaskan bahwa keterlibatan pelaku usaha lokal bertujuan agar pelatihan yang diberikan memiliki standar profesional. "Kami ingin mereka memiliki standar kerja yang sama dengan jasa cuci kendaraan di luar sana. Ini bukan sekadar pengisian waktu, melainkan upaya serius membangun kemandirian ekonomi. Langkah ini selaras dengan implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (KemenImipas) dalam mengoptimalkan pemberdayaan warga binaan," kata Andra.
Kepala Lapas Atambua, Bambang Hendra Setyawan, menekankan bahwa tujuan utama pembinaan adalah memastikan setiap warga binaan memiliki bekal yang cukup untuk memulai hidup baru. Ia juga menambahkan bahwa layanan jasa ini dibuka untuk masyarakat umum dengan harga yang kompetitif.
"Usaha cuci kendaraan adalah peluang bisnis menjanjikan yang relatif mudah dimulai secara mandiri. Dengan pelatihan ini, kami berharap warga binaan memiliki rasa percaya diri untuk berwirausaha dan tidak lagi bergantung pada orang lain saat bebas nanti," ujar Hendra.
Menariknya, tarif yang ditawarkan sangat terjangkau, yakni mulai dari Rp15.000 hingga Rp30.000, sehingga mengundang banyak peminat. Meski murah, kualitas kebersihan yang dihasilkan terbukti memuaskan konsumen.
“Di sini kualitasnya bagus. Selain murah, hasil cuciannya bersih dan lokasinya strategis karena dekat dengan jalan utama,” kata Riko, salah seorang pelanggan.
Semangat transformasi juga dirasakan langsung oleh Mario, salah satu warga binaan yang terlibat. Ia mengungkapkan bahwa program ini memberikan perspektif baru bagi masa depannya.
"Pembinaan ini sangat berguna bagi saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Saya belajar tentang ketelitian dan profesionalisme. Saya optimis keahlian ini akan menjadi tumpuan hidup saya untuk membuka usaha sendiri nanti," ujar Mario.
Program jasa cuci motor dan mobil ini diharapkan terus konsisten sebagai salah satu pilar pembinaan kemandirian di Lapas Atambua. Sinergi antara pembinaan internal dan dukungan masyarakat melalui penggunaan layanan ini menjadi kunci suksesnya proses reintegrasi sosial bagi seluruh warga binaan. (AS)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....