KPH Alor Tegaskan Pentingnya Perawatan Tanaman
- 20 Feb 2026 04:07 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Kegiatan rehabilitasi hutan di Kabupaten Alor membutuhkan waktu yang tidak singkat untuk memberikan dampak nyata bagi lingkungan. Dampak awal dapat terlihat dalam dua hingga tiga tahun, namun hasil yang lebih signifikan umumnya dirasakan setelah lima hingga sepuluh tahun, tergantung jenis tanaman dan kondisi lingkungan.
Kepala Seksi Perencanaan dan Pengelolaan Hutan UPTD KPH Wilayah Kabupaten Alor, Nur Laila Tahir, menjelaskan bahwa keberhasilan rehabilitasi sangat dipengaruhi oleh perawatan dan pengawasan. Selain faktor lingkungan, konsistensi pemeliharaan menjadi penentu utama keberhasilan tanaman tumbuh optimal.
“Dampak rehabilitasi terhadap lingkungan biasanya terlihat setelah lima sampai sepuluh tahun, tergantung jenis tanaman, kondisi lingkungan, serta tingkat perawatan dan pengawasan yang dilakukan,” ujarnya. Kamis, 19 Februari 2026.
Ia menambahkan, masyarakat yang ingin memperoleh bibit tanaman untuk penghijauan dapat mengajukan permohonan resmi ke KPH sesuai prosedur. Permintaan tersebut harus disertai surat permohonan dan akan diproses sesuai ketersediaan bibit.
“Untuk permintaan bibit harus melalui prosedur, memasukkan surat permohonan sesuai SOP, dan realisasinya tergantung pada ketersediaan bibit yang ada,” katanya.
Dalam pelaksanaan di lapangan, pengawasan dilakukan bersama penyuluh dan kelompok tani melalui pendampingan rutin. Perawatan mencakup pengendalian hama dan penyakit, penyiangan gulma, penyulaman tanaman mati, hingga pembuatan sekat bakar guna mencegah kebakaran.
Kolaborasi dengan masyarakat juga diperkuat melalui patroli bersama untuk mencegah kebakaran hutan dan praktik tebas bakar. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga tanaman yang telah ditanam tetap tumbuh dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan serta kesejahteraan masyarakat Alor.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....