Rabu Abu, Umat Katolik Memulai Puasa dan Pantang

  • 18 Feb 2026 20:41 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua-Umat Katholik memasuki masa Pra Paskah, masa ret-ret agung ditandai penerimaan abu pada perayaan Ekaristi kudus Rabu Abu di Gereja

Masa ret-ret agung sekalian umat menjalani

pantang dan puasa selama 40 hari.

Seperti halnya perayaan misa Rabu Abu diikuti sekalian umat Paroki Sta. Maria Bunda Penebus Umanen Keuskupan Atambua, Rabu 18 Februari 2026

Pastor rekan Gereja Paroki Umanen Romo Dementri Mali, Pr. saat memimpin perayaan mengungkapkan, masa Pra Paskah sebuah periode penting dalam kalender liturgi Gereja. Umat pun diajak untuk merenung, berdoa dan berpuasa, sebagai persiapan merayakan Paskah.

"Menjalani ret-ret agung selama 40 hari. Bacaan injil yang kita dengar mengarahkan kita untuk kembali kepada Tuhan dengan hati yang bersih,' Ungkap Romo Dementri, Pr. dalam homilinya.

Ia menyebut, pada masa Pra Paskah Tuhan menginginkan kita umat-Nya untuk berusaha bertobat dengan hati, menunjukkan penyesalan yang tulus atas dosa yang telah diperbuat dan kembali kepada-Nya karena Ia penuh kasih dan berbelaskasihan.

"Memohon belas kasihan menjalani hidup dengan integritas dalam kesempurnaan," ucapnya.

Umat katholik telah memasuki masa prapaskah berlangsung selama 40 hari ditandai perayaan Rabu Abu Rabu 18 Februari 2026 hingga Rabu dalam pekan suci Paskah mendatang.

Selama masa Pra Paskah atau masa ret-ret agung sekalian umat diarahkan untuk senantiasa menjalani pertobatan dengan sungguh, tekun berdoa, menjalani puasa dan memberikan amal sedekah. Kegiatan iman ini pun dimaksudkan agar bisa pantas dan layak di hadapan Tuhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....