Pertanian Modern Manfaatkan Energi Alternatif
- 16 Feb 2026 17:39 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua-Pertanian unggul zaman modern dapat memanfaatkan energi alternatif, sehingga mampu memangkas ketergantungan pada bahan bakar fosil dan memangkas ongkos energi.
Hal tersebut dikatakan Remigius Asa, pelaku industri pertanian di Kabupaten Malaka- NTT, kepada rri.co.id, Minggu 14 Februari 2026.
Energi yang bersumber dari alam banyak manfaat ramah lingkungan, sehingga berpotensi membawa angin segar bagi sektor pertanian.
"Manfaat energi alternatif bagi pertanian masyarakat begitu besar. Sumber energi ini melimpah dan tersedia secara lokal, sehingga dapat mengurangi biaya operasional," ujarnya
Lanjutnya energi alternatif lebih ramah lingkungan, membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan polusi udara yang dapat merusak ekosistem juga tanaman dan ternak.
Selain itu,ujar pensiunan dan mantan kepala dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu tahun 2013-2019 ini,energi alternatif dapat meningkatkan ketahanan energi bagi masyarakat petani.
"Ketika bergantung pada sumber energi yang terpusat seperti jaringan listrik, petani akan rentan terhadap pemadaman listrik yang dapat mengganggu operasi pertanian. Dengan memanfaatkan energi alternatif, petani dapat menghasilkan listrik mereka sendiri dan memastikan kelangsungan operasional pertanian mereka," ujar Remigius.
Terdapat beragam sumber energi alternatif yang tersedia bagi petani,tetapi sesuai kondisi daerah antara lain:
| Baca juga: Wagub NTT Kunjungi SPPG Atambua Barat |
-Tenaga surya,sistem panel surya dapat menghasilkan listrik dari sinar matahari.
-Tenaga Angin,turbin angin memanfaatkan kekuatan angin untuk menghasilkan listrik.
-Tenaga air,generator mikrohidro dapat menghasilkan listrik dari aliran air yang tersedia, seperti sungai atau kanal.
-Biomasa,memanfaatkan limbah pertanian seperti sekam padi atau kotoran ternak untuk menghasilkan biogas, yang dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak atau menghasilkan listrik.
Remigius mengatakan,Meskipun terdapat banyak manfaat, ada pula beberapa hambatan dalam penerapan energi alternatif di pertanian masyarakat
"Hambatan tersebut meliputi biaya awal yang tinggi, keterbatasan akses teknologi, dan kurangnya pengetahuan teknis. Untuk mengatasi hambatan ini, dibutuhkan dukungan pemerintah dan lembaga keuangan dalam hal insentif, subsidi, dan pelatihan," katanya.
Mengadopsi energi alternatif dalam pertanian adalah langkah penting menuju pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan tangguh.
"Dengan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah, petani dapat mengurangi biaya energi, meningkatkan ketahanan energi, dan melindungi lingkungan serta dengan dukungan yang tepat, energi alternatif berpeluang menjadi tulang punggung masa depan pertanian," tuturnya menegaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....