Faktor Ekonomi Keluarga Pengaruhi Pendidikan Anak
- 15 Feb 2026 22:43 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pendidikan anak di wilayah pelosok. Banyak keluarga masih memprioritaskan kebutuhan hidup sehari-hari dibandingkan pendidikan jangka panjang anak.
“Banyak siswa berasal dari keluarga petani dan buruh dengan penghasilan yang tidak menentu setiap hari,” kata Maria Herlina Fahiberek, S.Pd.,Gr. Rabu 11 Februari 2026. “Sebagai guru SMPN Satap Baunakan, saya selalu berusaha memberikan motivasi agar siswa tetap belajar.”
Menurutnya, kurangnya dukungan orang tua membuat siswa tidak memiliki motivasi kuat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Beberapa siswa bahkan menganggap bekerja lebih penting daripada melanjutkan sekolah formal.
“Ada anggapan bahwa yang penting bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus sekolah tinggi,” kata Maria. “Kami berupaya memberikan pemahaman agar siswa memahami pentingnya pendidikan bagi masa depan.”
Maria menilai kondisi sosial ekonomi menjadi tantangan besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah perbatasan Indonesia. Peran sekolah menjadi semakin penting dalam memberikan pemahaman tentang nilai pendidikan bagi masa depan siswa.
“Kami terus memberikan pemahaman kepada siswa bahwa pendidikan penting untuk masa depan mereka dan keluarga,” ujarnya. “Harapannya minat belajar siswa meningkat melalui pemahaman tersebut.”
Maria mengatakan situasi ini membuat pendidikan siswa dipengaruhi kondisi ekonomi dan dukungan keluarga secara nyata setiap hari. Sekolah terus berupaya memberikan motivasi serta pembelajaran agar siswa tetap mengikuti kegiatan belajar secara maksimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....