Fasilitas Minim Hambat Kualitas Pendidikan di Wilayah Terpencil
- 15 Feb 2026 21:32 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Akses pendidikan di wilayah terpencil masih menghadapi kendala serius yang berdampak langsung pada kualitas proses belajar siswa. Kondisi ini terlihat dari minimnya fasilitas dasar seperti air bersih, listrik, serta jaringan internet yang belum stabil.
Maria Herlina Fahiberek, S.Pd.,Gr., guru SMPN Satap Baunakan, Desa Tunabesi, Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka, mengungkapkan keresahannya. “Sekolah kami jauh dari kota dan akses menuju Atambua membutuhkan waktu sekitar dua jam perjalanan dari desa,” ucapnya pada Rabu, 11 Februari 2026.
Ia mengatakan, keterbatasan air bersih menjadi persoalan harian yang dihadapi siswa dan guru selama proses belajar berlangsung. Pada musim kemarau panjang, sekolah dan warga bahkan harus membeli air dengan harga cukup mahal.
“Untuk kebutuhan air bersih kami sangat bergantung pada air hujan dan saat kemarau siswa membawa air sendiri,” ucapnya. Keterbatasan air bersih menyebabkan sekolah tidak memiliki pasokan air tetap untuk mendukung kebutuhan dasar selama kegiatan belajar berlangsung.
Selain itu, kendala jaringan internet juga menjadi hambatan dalam proses pembelajaran berbasis teknologi di sekolah tersebut. Sinyal sering hilang bahkan berminggu-minggu sehingga komunikasi dengan dunia luar menjadi sangat terbatas.
“Ketika jaringan hilang total, kami kembali menggunakan buku dan diskusi kelompok sebagai metode belajar utama di kelas,” ujarnya. Ia menambahkan, guru harus menyesuaikan metode pembelajaran agar materi tetap tersampaikan tanpa dukungan teknologi.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan perbedaan akses fasilitas pendidikan antara wilayah kota dan pelosok yang masih terjadi hingga kini. Pemerataan fasilitas dasar pendidikan masih menjadi kebutuhan bagi sekolah di wilayah perbatasan Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....