Geografis dan Cuaca Hambat Operasional MBG di Wilayah Kepulauan Alor
- 14 Feb 2026 23:45 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Kondisi geografis Kabupaten Alor-NTT sebagai wilayah kepulauan serta cuaca, menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan perluasan operasional Program Makan Bergizi Gratis.
Informasi disampaikan Sulaiman Yahya, Kordinator Badan Gizi Nasional wilayah Kabupaten Alor, kepada rri.co.id, Sabtu 14 Februari 2026.
Dirinya mengakui cuaca buruk dan gelombang tinggi sempat menghambat distribusi bahan baku pembangunan SPPG di kepulauan bahkan operasional dapur. Namun kenyataan ini mendorong pihaknya maksimalkan potensi lokal.
| Baca juga: Apoteker Alor Hadapi Tantangan Akses Bencana |
“Kondisi awal tahun kapal tidak masuk sampai seminggu lebih, cuaca buruk, KSOP larang kapal beroperasi demi keselamatan. Alhamdulillah di Alor musim rambutan jadi variasi buah dari hasil petani kita,” ucapnya.
Pihaknya tidak ingin anggaran yang datang justru keluar dari Kabupaten Alor. “Kita berupaya bahan baku diambil dari petani atau pelaku usaha di Alor, kecuali belum ada sama sekali,” ujarnya tegas.
“Kami inovasi, biasanya makanan berat diganti makanan ringan tetapi tidak asal saja, tetap dengan takaran yang kami sesuaikan dengan standar gizi,” ungkapnya.
| Baca juga: TNI AL Andalkan Kolaborasi Jaga Laut Alor |
Kelangkaan gas juga menjadi salah satu tantangan yang dihadapi. “Tapi kedepan kita akan upayakan biogas dari limbah olahan bahan pangan untuk pemenuhan kebutuhan itu, ini juga soal tatakelola sampah juga,” ucapnya.
Demikian juga terjadi hambatan proses pembangunan SPPG di wilayah terpencil dan kepulauan yang terkendala distribusi material akibat cuaca dan akses terbatas.
“Drop material agak kesusahan karena cuaca di laut untuk kepulauan dan jalan kurang mendukung,” katanya menjelaskan kendala lapangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....