Krisis Material Pembangunan Rumah Adat Timor
- 25 Des 2025 14:22 WIB
- Atambua
Rri.co.id, Atambua : Pembangunan rumah adat di wilayah Timor kini menghadapi tantangan serius akibat semakin langka dan mahalnya material asli dari alam. Kayu jati kualitas tua, serat ijuk tertentu, hingga alang-alang berkualitas tinggi yang dahulu mudah didapatkan di hutan sekitar, kini sulit ditemukan karena perubahan fungsi lahan dan degradasi lingkungan.
Kelangkaan ini memaksa banyak komunitas adat untuk menunda renovasi bangunan sakral mereka. Tanpa material yang tepat, rumah adat tidak hanya kehilangan ketahanan fisiknya, tetapi juga kehilangan nilai spiritual yang terkandung dalam setiap elemen bahan bangunan yang dipilih secara khusus oleh para leluhur.
Ketua Umum Forum Sejarah Dan Budaya Timor, Kayetanus Abi, S.Pd, kepada rri.co.id, Kamis, (25/12/25) menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi ini. "Kita sedang berada di persimpangan jalan di mana alam tidak lagi menyediakan bahan yang sama seperti seratus tahun lalu. Kayu kualitas utama yang tahan ratusan tahun kini hampir punah di habitat aslinya," tuturnya.
Lanjut disampaikannya, kondisi ini memicu kekhawatiran akan hilangnya autentisitas arsitektur tradisional. Jika material asli diganti secara sembarangan dengan bahan pabrikan tanpa pertimbangan filosofis, maka identitas visual dan struktur bangunan akan berubah drastis, sehingga fungsi rumah adat sebagai simbol jati diri bangsa perlahan memudar.
“Sebagai solusi, kami mendorong adanya gerakan penanaman kembali pohon-pohon keras dan pelestarian area padang alang-alang. Menjaga rumah adat berarti juga harus menjaga ekosistem hutan yang menyediakannya, agar generasi mendatang tidak hanya melihat rumah adat dari beton yang dipoles menyerupai kayu,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....