Perkumpulan Korel Dirubati Ana Dorong Generasi Muda Lestarikan Bahasa Kemak

  • 06 Okt 2026 23:54 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Perkumpulan Korel Dirubati Ana terus mendorong pelestarian kebudayaan Suku Kemak Dirubati, khususnya melalui pelibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan kebudayaan. Ketua Perkumpulan Korel Dirubati Ana sekaligus tokoh adat Suku Kemak Dirubati, Djoese S. Martins Naibuti, mengatakan perkumpulan tersebut dibentuk sebagai wadah yang bergerak di bidang kebudayaan, pendidikan, dan penelitian.

Menurutnya, perkumpulan ini hadir dari refleksi atas berbagai keterbatasan yang selama ini dihadapi komunitas adat dalam mengakses sumber daya maupun kebijakan pemerintah terkait pelestarian budaya.

"Perkumpulan Korel Dirubati Ana berfokus mengenalkan kebudayaan Suku Kemak Dirubati kepada masyarakat, terutama generasi muda, sekaligus mendorong publikasi dan advokasi kepada pemerintah," katanya kepada RRI Atambua, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Djoese menjelaskan, Perkumpulan Korel Dirubati Ana telah memiliki badan hukum resmi melalui Surat Keputusan Kementerian Hukum dan HAM. Perkumpulan tersebut kini memasuki masa hampir satu tahun sejak pertama kali diinisiasi bersama keluarga, komunitas, dan para ketua suku dalam komunitas Kemak Dirubati.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah lomba puisi Bahasa Kemak Dirubati bagi pelajar. Kegiatan ini dinilai menjadi ruang kreatif bagi generasi muda untuk mengekspresikan kecintaan terhadap budaya sekaligus menggunakan bahasa daerah dalam menyampaikan pesan kehidupan, norma, dan etika.

"Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan tidak menjadi persoalan, tetapi bahasa daerah juga harus diberikan ruang untuk digunakan dan dikembangkan oleh generasi muda," katanya lagi.

Ia menilai tantangan terbesar dalam pelestarian Bahasa Kemak saat ini adalah munculnya kecenderungan generasi muda merasa malu menggunakan bahasa daerah dalam forum yang lebih luas. Karena itu, diperlukan ruang-ruang kreatif yang memungkinkan anak-anak muda menggunakan bahasa daerah secara positif dan membanggakan.

Pengalaman penyelenggaraan Lomba Pidato Bahasa Kemak pada 2024 lalu, menurutnya, menunjukkan antusiasme masyarakat dan pelajar cukup tinggi. Jumlah peserta maupun masyarakat yang hadir bahkan melampaui ekspektasi penyelenggara, sehingga menjadi dasar untuk terus menghadirkan kegiatan serupa setiap tahun.

"Kalau ruang-ruang kreatif terus diciptakan setiap tahun, bukan hal yang mustahil bahasa daerah yang menjadi dasar pembentuk bahasa nasional akan terus dilestarikan," ujarnya.

Ia menambahkan, upaya pelestarian Bahasa Kemak mulai mendapat ruang di lingkungan pendidikan. Salah satunya terlihat di SMK Negeri 3 Atambua di Kabuna yang telah memberikan materi menulis puisi dalam Bahasa Kemak kepada siswa sebagai bagian dari persiapan lomba.

Djoese berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi perlombaan, tetapi menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjaga bahasa dan kebudayaan daerah agar tetap hidup serta diwariskan kepada generasi berikutnya. Ia juga berharap lomba baca puisi Kemak Dirubati yang akan dilaksanakan tanggal 9 Oktober nanti berjalan lancar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....