Tenun Duarato Dorong Penguatan Ekonomi Budaya

  • 14 Sep 2026 06:11 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua – Tenun Duarato mulai berkembang sebagai ekonomi budaya. Pelestarian tradisi diarahkan membuka manfaat ekonomi tanpa menghilangkan kehidupan budaya.

Daya Dea, Maria Melania Soi mencatat sekitar delapan puluh ibu menenun harian. Hari-hari mereka menenun sekaligus menjaga keterampilan warisan leluhur masyarakat Duarato.

“Penenun dan generasi muda yang terlibat sekitar delapan puluh ibu menenun, sementara lima belas anak muda belajar budaya,” kata Daya Desa, Maria Melania Soi kepada rri.co.id Jumat, 11 September 2026.

Festival menjadi pemicu meningkatnya perhatian masyarakat terhadap nilai tenun lokal. Rizqi Nurul Aeni, Fasilitator Pendamping Desa Duarato mengatakan pengembangan ekonomi bertumpu pada living heritage.

Rizqi menilai pelestarian budaya dapat berjalan bersama penguatan ekonomi masyarakat. “Ketika warisan dijaga, kesejahteraan sosial, ekologi, ekonomi dapat tumbuh bersama secara berkelanjutan.” tutur Dia.

Sementara Daya Warga, Elisabeth Soi Laku mengaku melihat perubahan pola pikir masyarakat setelah festival. Pemesanan tenun meningkat setelah masyarakat memahami nilai budaya sekaligus ekonomi.

Dikatakan, untuk promosi budaya dilakukan melalui Instagram Daya Desa Duarato secara aktif. Langkah tersebut memperluas pengenalan Duarato kepada pengunjung dan calon pembeli.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....