Lomba Pemandu Museum Alor Bekali Generasi Muda Kenali Sejarah dan Budaya
- 16 Agt 2026 11:28 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Dinas Kebudayaan Kabupaten Alor menggelar Lomba Pemandu Museum Tingkat SMA, MA dan SMK Sederajat Tahun 2026 di Museum 1.000 Moko, 13 hingga 14 Agustus 2026.
Sebanyak 31 peserta dari berbagai sekolah di Kabupaten Alor mengikuti lomba yang bertujuan mengenalkan sejarah dan budaya daerah sekaligus melatih kemampuan berbicara di depan umum dan keterampilan memandu museum. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan museum sebagai ruang edukasi dan literasi budaya bagi generasi muda.
Sebelum pelaksanaan lomba, para peserta terlebih dahulu mengikuti workshop selama dua hari, 11 dan 12 Agustus 2026. Pembekalan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk memperkenalkan museum, koleksi yang tersimpan di dalamnya, serta pengetahuan dasar yang diperlukan dalam menjalankan tugas sebagai pemandu museum.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Alor, Sophia Benni Loro, menjelaskan, pelaksanaan workshop dan lomba tersebut berawal dari masukan guru pendamping pada kegiatan tahun sebelumnya. Para guru meminta agar peserta tidak langsung mengikuti perlombaan, tetapi terlebih dahulu mendapat pembekalan sehingga memiliki pemahaman mengenai museum dan tugas seorang pemandu.
Menurut Sophia, pembekalan tersebut penting karena Museum 1.000 Moko menyimpan berbagai koleksi yang berkaitan dengan kehidupan dan budaya masyarakat Alor. Koleksi tersebut antara lain moko, peralatan tradisional, alat perang, aksesori hingga teknologi tradisional.
Karena itu, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman dalam perlombaan, tetapi juga mampu membawa pengetahuan yang didapat kembali ke sekolah masing-masing. Pengetahuan tersebut selanjutnya dapat diperkenalkan kepada siswa lain sehingga pemahaman terhadap sejarah dan budaya Alor semakin luas.
"Kita ingin memberikan motivasi dan spirit kepada anak-anak muda untuk mencintai budaya melalui museum. Kita berharap mereka menjadi penyampai informasi ketika kembali ke sekolah masing-masing dan bercerita tentang benda-benda koleksi yang ada di museum, sehingga kekayaan budaya Alor semakin dikenal," ujar Sophia.
Sophia juga menekankan, seorang pemandu museum tidak cukup hanya menguasai informasi mengenai koleksi. Kemampuan berkomunikasi dan menyampaikan informasi secara menarik juga diperlukan agar pengunjung dapat memahami sejarah, nilai dan makna yang terkandung dalam setiap benda yang dipamerkan.
Selain itu, peserta didorong mengembangkan kemampuan storytelling agar informasi mengenai koleksi museum dapat disampaikan dengan cara yang mudah dipahami dan menarik bagi pengunjung. Kemampuan tersebut dinilai penting untuk mendukung museum sebagai salah satu ruang edukasi budaya sekaligus bagian dari pengembangan pariwisata daerah.
Ke depan, Dinas Kebudayaan berharap peserta terus mengembangkan pengetahuan tentang museum dan kebudayaan, termasuk sejarah, antropologi dan arkeologi. Peserta juga didorong menguasai bahasa Inggris untuk mendukung kemampuan memandu wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Museum 1.000 Moko.
Melalui kegiatan tersebut, Dinas Kebudayaan Kabupaten Alor berharap lahir generasi muda yang memiliki pengetahuan, kemampuan komunikasi, kreativitas serta kecintaan terhadap sejarah dan budaya daerah.
Para peserta juga diharapkan dapat menjadi penyampai informasi mengenai kekayaan budaya Alor di lingkungan sekolah maupun kepada masyarakat luas, sehingga Museum 1.000 Moko tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga ruang belajar yang dekat dengan generasi muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....