Festival Fulan Fehan dan Ritual Sau Sele Jadi Kebanggaan Budaya Kabupaten Belu
- 08 Jul 2026 14:37 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Festival Pulau Fehan tahun ini berlangsung sukses dengan partisipasi masyarakat yang tinggi serta dukungan berbagai pihak terkait. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar sehingga memberikan pengalaman budaya berkesan bagi pengunjung dari berbagai daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belu, Januaria Nona Alo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak pendukung kegiatan tersebut. Keberhasilan pelaksanaan festival menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga serta mempromosikan kekayaan budaya daerah secara berkelanjutan.
"Tahun depan direncanakan untuk tetap dijalankan dan sudah menjadi agenda daerah yang akan terus dilaksanakan," katanya kepada RRI Atambua, Sabtu lalu.
Pernyataan tersebut menegaskan Festival Fulan Fehan akan menjadi agenda tahunan yang terus dikembangkan pemerintah daerah Kabupaten Belu. Keberlanjutan festival ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan serta memperkuat identitas budaya masyarakat Kabupaten Belu secara luas.
Selain festival, perhatian juga tertuju pada ritual Sau Sele yang diajukan sebagai warisan budaya tak benda. Tradisi tersebut merupakan ritual tahunan masyarakat Kemak khususnya Kemak Leolima di Desa Umaklaran sejak lama.
Ritual Sau Sele dilaksanakan sebagai ungkapan syukur atas hasil panen jagung maupun padi selama setahun penuh. Kegiatan adat tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan kekeluargaan seluruh keturunan suku yang tersebar.
"Ritual ini menjadi wadah berkumpul kembali seluruh keturunan suku sekaligus menyampaikan syukur kepada Tuhan dan leluhur," katanya lagi.
Melalui pelaksanaan rutin setiap tahun, masyarakat terus menjaga nilai kebersamaan serta warisan budaya leluhur secara turun-temurun. Pemerintah daerah berharap tradisi tersebut semakin dikenal serta memperoleh pengakuan resmi sebagai warisan budaya nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....