Filosofi Tarian Lego-Lego, Simbol Persatuan Masyarakat Alor
- 30 Jun 2026 20:07 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Tarian Lego-Lego merupakan salah satu warisan budaya yang paling dikenal di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Tarian tradisional ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memiliki makna mendalam tentang persatuan, kebersamaan, dan rasa syukur dalam kehidupan masyarakat.
Melansir dari Wikipedia, Selasa 29 Juni 2026, Lego-Lego ditampilkan dalam berbagai kegiatan adat dan perayaan, mulai dari panen, perkawinan, penyambutan tamu, hingga pembangunan rumah adat dan rumah ibadah. Dalam setiap pertunjukan, masyarakat menari secara berkelompok sambil bergandengan tangan membentuk lingkaran mengelilingi rumah adat atau mesbah.
Gerakan tarian ini terlihat sederhana, tetapi sarat makna. Lingkaran yang dibentuk para penari melambangkan persatuan, persaudaraan, dan ikatan yang kuat antarmasyarakat. Tidak ada perbedaan kedudukan di dalam lingkaran tersebut karena semua orang berdiri sejajar.
Tarian Lego-Lego juga diiringi nyanyian adat yang berisi pantun, nasihat, doa, hingga kisah perjalanan leluhur. Syair-syair tersebut dinyanyikan secara bergantian oleh para penari sehingga menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.
Selain nyanyian, irama tarian biasanya diiringi bunyi moko dan gong tradisional. Alunan alat musik tersebut membuat gerakan para penari menjadi lebih teratur sekaligus menambah kekhidmatan suasana upacara adat.
Keunikan Lego-Lego terletak pada keterlibatan seluruh masyarakat tanpa memandang usia. Anak-anak, orang dewasa, hingga para tetua adat dapat menari bersama sebagai simbol persatuan dan semangat gotong royong yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Bagi masyarakat Alor, Lego-Lego bukan sekadar tarian tradisional. Kesenian ini menjadi media untuk mempererat hubungan kekeluargaan, menyampaikan rasa syukur, sekaligus menjaga nilai-nilai adat agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Saat ini, Tarian Lego-Lego juga menjadi salah satu daya tarik wisata budaya di Alor. Wisatawan yang berkunjung ke kampung-kampung adat, seperti Kampung Adat Takpala, sering mendapat kesempatan menyaksikan bahkan ikut menari bersama masyarakat setempat.
Keterlibatan wisatawan dalam tarian ini menjadi pengalaman yang berkesan karena mereka dapat merasakan langsung hangatnya sambutan masyarakat Alor. Momen tersebut juga menjadi cara efektif untuk memperkenalkan budaya lokal kepada dunia.
Melalui Tarian Lego-Lego, masyarakat Alor menunjukkan bahwa warisan budaya bukan hanya untuk dilestarikan, tetapi juga menjadi perekat hubungan antarmanusia. Nilai kebersamaan, persatuan, dan saling menghormati yang terkandung di dalamnya menjadikan Lego-Lego sebagai salah satu identitas budaya yang tetap lestari hingga kini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....