Minyak Tanah di Atambua Langka Harga Melambung

  • 29 Nov 2022 14:19 WIB
  •  Atambua

KBRN, Atambua: Bahan Bakar Minyak- BBM minyak tanah semakin sulit diperoleh di Atambua Kabupaten Belu. Kalaupun ada bahan kebutuhan dapur subsidi pemerintah bagi masyarakat tersebut harga selangit. Yang dijual pedagang eceran di kota Atambua Rp.12 ribu bahkan hingga 15 ribu rupiah per liter, padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp.4 ribu rupiah per liter.

Pemerintah di tahun 2022 dalam kebijakan melakukan pembatasan kuota BBM Minyak tanah. Kondisi inipun menyebabkan terjadi kelangkaan. Dikarenakan terdapat pembatasan kuota terdapat oknum yang mencoba bermain dengan menimbun baru kembali dijual dengan harga mahal ataupun kemudian diselundupkan.

Pangkalan minyak tanah yang ada di kota Atambua Nusa Tenggara Timur tidak bisa melayani kebutuhan masyarakat pelanggan. Kondisi ini pun kian memberatkan warga masyarakat karena selain sulit peroleh minyak tanah harga pun kian mahal.

"Sore kami ke pasar bawa jerigen cari orang jual minyak tanah tidak dapat. Pasar sana botol kecil jual Rp.15 ribu," ujar warga Kelurahan Umanen Belu Gaudensiana mengeluhkan sulit peroleh BBM minyak tanah Selasa (29/11/2022).

Hal senada diutarakan Mama Magdalena Hale sulit peroleh minyak tanah usaha jualan makanan untuk sementara mandek.

"Ada jual di jalan-jalan pasar sini tetapi kadang juga habis kita cari susah. Kalau ada mulai mahal kita susah," ujar pedagang makanan keliling ini.

Oknum tertentu memanfaatkan dengan sekedar mencari keuntungan dengan menimbun bahkan terdapat indikasi diselundupkan ke Negara Timor Leste. Mengemuka dalam pekan kemarin aparat keamanan Polres Belu sempat mengamankan sejumlah kurang lebih 1560 liter minyak tanah yang hendak diselundupkan ke Timor Leste.

"Kami sudah melaksanakan operasi Lintas Batas termasuk pengamanan BBM. Kita telah mengamankan 78 jerigen minyak tanah 1.560 liter minyak tanah indikasi akan diselundupkan ke Timor Leste," kata Kasad Intel Polres Belu AKP Mahfud dalam dialog RRI Atambua Selasa pagi.

Sementara terhadap oknum pelaku sudah dalam proses hukum.

"Kita sudah lakukan proses sementara penyelidikan terhadap oknum pelaku di Polres Belu ini jenis minyak tanah di duga akan diselundupkan," ujarnya.

Dalam sepekan terakhir Pemerintah bekerjasama pihak agen pengecer di Atambua melakukan giat operasi pasar penjualan minyak tanah murah.

Seperti di lokasi lapangan umum kota Atambua Sabtu baru laku masyarakat berbondong-bondong menyerbu mobil tangki yang melayani penjualan minyak tanah. Begitupun yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Disperindag Belu di lokasi Taman Fronteira Garden Atambua.

Tetapi sepertinya belum bisa menjawab tuntutan kebutuhan. Dikarenakan selain masih sulit diperoleh kenyataan sampai saat ini minyak tanah yang dijual pedagang di kios pengecer masih mahal.

Faktor terjadi kelangkaan dan mahal harga jual juga dikarenakan yang datang berburu minyak tanah di lokasi pangkalan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan seperti memasak di kompor, tetapi terdapat juga oknum para spekulan mencari keuntungan kembali menjual dengan harga sesuai keinginan tidak mengikuti aturan pemerintah.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....