Bisnis Sarung Tenun Peluang Usaha Menjanjikan
- 06 Mar 2025 19:56 WIB
- Atambua
KBRN, Atambua: Bisnis sarung tenun tradisional bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan, terutama karena meningkatnya minat terhadap produk budaya lokal dan kerajinan tangan. Seperti sarung tenun yang kini tidak hanya terbatas sebagai simbol identitas budaya tetapi berkembang menjadi trend fashion.
“Saya melanjutkan bisnis tenun keluarga sejak tahun 2022, waktu itu saya hanya ingin membantu penenun untuk pasarkan hasil tenunan mereka. Puji Tuhan usaha bisa berkembang hingga sekarang,” kata Asthii Naiteas kepada RRI Atambua melalui sambung telepon, Kamis (6/3/2025).
Asthii menuturkan usaha yang dijalankan berkat kerjasama masyarakat setempat sebagai bentuk pengenalan hasil karya penenun. Menurut Asthii,penenun menawarkan tiga motif khas Kabupaten TTU yakni, motif Ikat, Buna dan Sotis. Masing-masing motif memiliki kelebihan dan kekurangannya.
‘’Tenunan motif sotis lebih laku terjual karena harganya berkisar 150 ribu rupiah sampai 200 ribu rupiah. Sedangkan termahal yang saya jual itu, motif Buna yang harga jualnya bisa mencapai 2 juta rupiah per lembar, harga motif ini mahal karena proses pembuatannya lebih sulit dari sotis dan ikat,’’ katanya menjelaskan.
Diakuinya media sosial mempermudah pelaku usaha sepertinya dalam pemasaran dengan jangkauan luas. ‘’Pernah dari negara Malaysia serta negara tetangga Timor Leste serta Kalimantan dan juga Sumatera memesan melalui media instagram,’’ ucap Asthii.
Berbisnis melalui jejaring sosial menurutnya wajib menjaga kepuasan konsumen dengan meningkatkan kualitas produk dan berikan layanan, serta responsif. "Saya prinsipnya yang penting pendekatan dulu sama konsumen, kalau konsumen sudah tau bahannya bagus dan murah, nanti kan pasti konsumen akan order terus," ujarnya.
Lanjutnya patokan harga sewajarnya akan memberi dampak sendiri dalam pemasaran produk. "Kita memasang harga terlalu mahal, sementara kualitasnya kurang, kan banyak yang tidak melirik intinya jangan mengambil untung terlalu banyak dari penenun dan pembeli. Kami berharap semua pelaku usaha dapat memasarkan dengan digitalisasi sehingga dapat mendongkrak omzet, " katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....