Bahaya Sifat Kikir dalam Pandangan Islam
- 11 Apr 2026 07:56 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Penyuluh Agama Islam Kantor Kemenag TTU, Cicik, mengajak seluruh pendengar untuk merenungkan bahaya penyakit hati berupa sifat kikir. Hal ini disampaikannya dalam tausiyah melalui program Renungan Pagi Pro 2 RRI Atambua, Kamis, 9 April 2026.
Menurutnya , sifat kikir atau bakhil merupakan tindakan menahan harta yang seharusnya dikeluarkan. Perilaku ini mencakup keengganan berzakat, infak, maupun memenuhi nafkah keluarga secara layak.
"Banyak orang merasa harta miliknya adalah murni hasil kerja keras pribadi," katanya. "Padahal, seluruh kekayaan di dunia sejatinya hanyalah titipan sementara dari Allah SWT."
Al-Quran memberikan peringatan keras dalam Surah Ali Imran ayat 180 bagi orang kikir. Harta yang mereka pelitkan akan dikalungkan di leher sebagai siksaan hari kiamat.
Rasulullah SAW juga bersabda bahwa kekikiran telah membinasakan umat-umat terdahulu. Iman dan sifat kikir ditegaskan tidak akan pernah bersatu dalam hati mukmin.
Cicik menjelaskan, rasa takut miskin menjadi akar utama seseorang menjadi pelit. "Padahal, setiap rupiah yang disedekahkan pasti akan diganti Allah dengan lipatan berkah," ucapnya.
Lanjut Cicik, melawan sifat bakhil memerlukan latihan konsisten melalui pembiasaan berbagi kepada sesama. Umat Islam diajak rutin bersedekah meski dimulai dari jumlah yang kecil dan sedikit.
"Berbagi kepada tetangga serta anak yatim akan membersihkan harta dari hak orang lain," kata Cicik. "Harta yang diinfakkan justru menjadi tabungan abadi yang pahalanya terus mengalir selamanya."
Setan sering kali menjebak manusia agar mencintai dunia secara berlebihan melalui sifat kikir. Umat Islam pun diharapkan menjadi pribadi pemurah yang meyakini prinsip tangan di atas.
Menutup kajiannya, Cicik pun berdoa agar dijauhkan dari sifat pelit yang tamak. "Semoga kita se mua digolongkan sebagai hamba-Nya yang beruntung dan pandai bersyukur," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....