Meneladani Akhlak Keseharian Rasulullah dalam Kehidupan Modern

  • 31 Mar 2026 21:26 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID , Atambua – Penyuluh Agama Islam Kantor Kemenag Timor Tengah Utara (TTU) Cicik, menyampaikan pesan edukasi melalui siaran radio RRI mengenai pentingnya meneladani sosok Rasulullah. Ia menegaskan mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW merupakan kunci utama meraih keselamatan serta kebahagiaan di dunia maupun akhirat.

Berdasarkan kutipan Al-Quran Surah Al-Ahzab ayat 21 Rasulullah adalah suri teladan yang sangat baik bagi umat manusia saat ini. Umat Islam diajak tidak hanya fokus pada amal besar, namun memperhatikan kebiasaan kecil beliau yang penuh nilai kemuliaan.

Pilar pertama yang ditekankan Cicik adalah kekuatan senyum tulus serta sapaan hangat kepada sesama manusia setiap hari. "Rasulullah bersabda, senyuman tulus di hadapan saudara adalah bentuk sedekah yang sangat mudah dilakukan tanpa terkecuali bagi kita," ujarnya, Senin 30 Maret 2026.

Penyuluh Agama Islam Kantor Kemenag Timor Tengah Utara (TTU) Cicik. (Foto: Dok. Cicik)

Cicik mengajak pendengar untuk mulai menyebarkan energi positif melalui wajah yang berseri-seri kepada keluarga dekat maupun orang sekitar. "Meneladani Nabi tidak melulu soal ibadah besar tapi tentang bagaimana bersikap ramah serta tidak pelit senyum kepada sesama manusia," katanya.

Lanjutnya, pilar kedua adalah menjaga kebersihan diri serta kerapian penampilan sebagai wujud cinta kita kepada ajaran agama Islam. "Rasulullah sangat mencintai kebersihan seperti rutin bersiwak atau menggosok gigi sebelum melaksanakan ibadah sholat atau membaca kitab suci," ujarnya.

Anjuran rutin memotong kuku, merapikan rambut serta menjaga keharuman tubuh merupakan bagian penting dari sunnah nabi yang mulia. "Kebersihan fisik mencerminkan keimanan seseorang sehingga setiap umat Muslim seharusnya senantiasa menjaga kerapian diri dalam setiap kesempatan," ujar Cicik.

Pilar ketiga yang disampaikan berkaitan erat dengan adab makan dan minum yang sering kali dilupakan oleh banyak orang. Nabi mengajarkan makan saat merasa lapar dan berhenti sebelum kenyang serta menggunakan tangan kanan dengan menyebut asma Allah.

Setiap suapan makanan yang dikonsumsi dapat bernilai ibadah jika dilakukan dengan niat benar serta diakhiri ucapan syukur "hamdalah". Hindarilah kebiasaan makan terburu-buru atau berlebihan karena itu sangat tidak disukai Allah SWT dan merusak nilai-nilai keberkahan hidup.

Meneladani Rasulullah bukan sekadar menghafal kisah hidup beliau namun bagaimana mengubah kebiasaan buruk menjadi amal kebaikan nyata dan konsisten. "Jadikanlah setiap tindakan sederhana seperti menjaga kebersihan serta adab makan sebagai bukti nyata rasa cinta kita yang mendalam kepada Nabi Muhammad," ujarnya.

Cicik mendoakan agar seluruh umat Islam senantiasa diberikan taufik oleh Allah untuk mencontoh amal keseharian Nabi secara istiqomah. "Semoga kita semua termasuk golongan umat yang berhak mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti sebagai buah dari ketaatan kita semua," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....