Renungan Islam: Merawat Iman di tengah Arus Dunia yang Serba Cepat

  • 31 Mar 2026 19:39 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua – Kita sekarang sedang hidup dalam sebuah era yang serba cepat sehingga informasi datang tanpa henti ke hadapan kita. Kondisi dunia yang sangat sibuk ini sering kali membuat iman kita tanpa disadari menjadi ikut tertinggal bahkan menjadi lemah.

Seperti pernyataan Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) TTU, Siti Zohrah, S.Pd, kepada RRI beberapa waktu lalu. "Perlu dipahami, iman bukanlah sesuatu yang statis karena ia bisa bertambah dan juga bisa berkurang setiap saat," ujarnya dalam renungan pagi Pro 2 RRI Atambua.

Menurutnya, jika tidak dirawat dengan baik maka iman akan layu di tengah derasnya kesibukan dunia yang menyita waktu. Oleh karena itu, merawat iman kini telah menjadi sebuah kebutuhan utama setiap orang dan bukan lagi sekadar pilihan.

Allah telah berfirman dalam Al-Qur'an agar orang beriman selalu memperbaharui iman mereka kepada Allah dan juga kepada Rasul-Nya. Ayat tersebut mengingatkan kita semua bahwa kondisi iman perlu terus diperbaharui supaya tetap kuat dalam menghadapi berbagai cobaan.

"Salah satu cara merawat iman adalah senantiasa menjaga hubungan baik dengan Allah melalui bacaan kitab suci Al-Qur'an," ucapnya. "Meskipun hanya membaca beberapa ayat setiap hari secara rutin maka ia akan menjadi cahaya bagi hati kita."

Siti mengingatkan, jangan pernah meninggalkan ibadah salat di tengah kesibukan karena salat adalah sandaran spiritual bagi setiap manusia. "Ketika kita berhenti sejenak untuk menunaikan salat sesungguhnya kita sedang menyelamatkan iman dari kehancuran dunia yang fana," katanya.

Ia mengajak memperbanyak zikir dan istigfar karena di zaman serba cepat ini hati manusia mudah kotor oleh kelalaian. Zikir memiliki peran penting untuk membersihkan hati sekaligus menguatkan iman serta menenangkan jiwa yang sedang merasa sangat gelisah.

Siti mengungkapkan, Rasulullah bersabda agar kita selalu memperbaharui iman dengan memperbanyak mengucapkan kalimat mulia "Lailahaillallah" setiap waktu luang. "Semoga di tengah dunia yang cepat kita mampu melambat sejenak untuk Allah demi keberkahan hidup sejati," ujarnya penuh harap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....