Renungan Agama Katolik: Ketika Hati Melihat Tuhan
- 30 Mar 2026 19:59 WIB
- Atambua
RRI.CO.OD, Atambua - Penyuluh Agama Katolik Kemenag TTU, Maria Febronia Luan, mengajak umat untuk merenungkan makna melihat Tuhan dengan hati. Pesan ini terinspirasi dari kisah penyembuhan orang buta sejak lahir dalam Injil.
"Banyak orang melihat secara fisik, tetapi belum tentu mampu melihat karya Tuhan dalam hidupnya," katanya, dalam renungan pagi di Pro 2 RRI Atambua belum lama ini. "Sebaliknya, orang yang hatinya terbuka justru mampu merasakan kehadiran Tuhan secara nyata."
Dalam kisah tersebut, Yesus menyembuhkan orang buta dengan cara yang sederhana namun penuh makna. Ketaatan orang itu untuk mengikuti perintah Yesus menjadi kunci dari mukjizat yang ia alami.
Maria menekankan bahwa mukjizat tidak hanya menyentuh fisik, tetapi juga hati dan iman seseorang. Orang yang tadinya buta justru mengalami pertumbuhan iman hingga akhirnya percaya kepada Yesus.
Sebaliknya, para Farisi yang merasa paling tahu tentang Tuhan justru tidak mampu melihat kebenaran. Hal ini menunjukkan bahwa kesombongan rohani dapat menutup mata hati seseorang.
Menurutnya, masa pra paskah menjadi momen penting untuk membersihkan hati melalui pertobatan. Dengan hati yang bersih, seseorang akan lebih peka terhadap karya Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengajak umat untuk tidak hanya melihat dengan mata, tetapi juga dengan iman yang hidup. Dengan demikian, setiap orang dapat sampai pada pengakuan iman yang tulus kepada Tuhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....