Menari Untuk Menghidupkan Kembali Cerita Rakyat Alor
- 01 Sep 2025 07:57 WIB
- Atambua
KBRN, Alor : Keinginan untuk belajar banyak hal baru mendorong Amar Lekai seorang pemuda Alor masuk dunia seni tari dan bergabung menjadi anggota Aktif sanggar Tari Kenari Alor sejak tahun 2024. Meski awalnya tidak memiliki bakat menari, Amar membulatkan tekadnya untuk bergabung setelah dihubungi langsung oleh pembina sanggar Ani Manikita.
Keinginannya untuk terus belajar dan mengembangkan diri menjadi pendorong utama dalam perjalanannya menekuni seni tari.
“Saya dulu tidak bisa menari, tapi saya memang punya keinginan untuk belajar banyak hal jadi waktu diajak bergabung, saya langsung terima karena penasaran dan ingin mencoba sesuatu yang baru.” ucap Amar Lekai kepada rri.co.id, Senin (1/09/2025).
Setelah lebih dari setahun menekuni dunia tari tradisional, Amar menyadari bahwa seni tari bukan sekadar gerakan indah. Menurutnya, tari adalah seni menghidupkan kembali cerita-cerita rakyat yang nyaris terlupakan, melalui gerakan-gerakan yang sarat makna.
"Saya bangga bisa menjadi bagian dari Sanggar Kenari Alor. Sanggar ini memberikan saya dan anak-anak Alor lainnya kesempatan untuk mengembangkan potensi diri lewat seni tari," ucapnya.
Lebih dari itu, Amar juga menekankan pentingnya peran Sanggar Kenari Alor sebagai wadah edukatif bagi generasi muda untuk mengenal dan melestarikan budaya Alor. Ia menyebut bahwa banyak cerita rakyat dan ritual adat yang diangkat dalam bentuk tarian, seperti "Nuh Atinang" Atau "Makan Baru" dan juga gerakan-gerakan tari seperti ritual-ritual yang mengandung pesan perdamaian, kerukunan, dan persaudaraan.
Selain itu kain tenun yang digunakan juga berdasarkan cerita rakyat dari daerah yang diperagakan dalam tari tersebut.
"Misalnya saat kita membawakan tarian Makan Baru dari Bampalola, kita juga pakai kain tenun khas dari daerah itu. Jadi kita bukan hanya belajar gerakan, tapi juga belajar makna di balik budaya dan kain tenun tersebut". ujarnya
Amar berharap ke depan semakin banyak anak muda Alor, terutama laki-laki, yang memiliki kesadaran untuk bergabung dengan sanggar tari untuk meneruskan dan mengembangkan warisan budaya dari para leluhur agar tidak punah ditelan zaman.
"Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan jaga budaya kita sendiri," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....