Perubahan Tradisi Surat-menyurat di Era Modernisasi

  • 12 Okt 2024 08:55 WIB
  •  Atambua

KBRN, Atambua: Surat-menyurat menjadi alat komunikasi yang sangat penting dalam bertukar informasi sebelum internet dapat diakses dengan mudah seperti sekarang. Aktivitas surat-menyurat yang dulu hanya dapat disalurkan melalui pos, kini tradisinya mulai mengalami perubahan seiring berkembangnya teknologi modern.

Setiap tanggal 9 oktober ditetapkan sebagai Hari Surat-menyurat Sedunia (World Post Day) oleh badan khusus PBB pada tahun 1969. Karena pos telah memberikan kontribusi yang besar bagi dunia, melakukan distribusi ke alamat tujuan hingga ke pelosok daerah.

Salah satu Milenial, Robie Alberto, mengaku perkembangan teknologi saat ini telah memudahkan siapapun dapat berkomunikasi dengan mudah. Namun, surat-menyurat fisik tetap penting untuk urusan perkantoran, pemberitahuan tertulis yang formal, dokumen penting, undangan dan masih banyak lagi.

“Dulu kita merindukan kehadiran petugas pos selayaknya seorang kekasih, dengan harapan mendapatkan kiriman surat dari seseorang. Begitu juga bila ingin mengirim surat, harus berlabel perangko dengan menyertakan alamat tujuan yang jelas,” ujar Robie saat berbincang di Pro 2 RRI Atambua.

“Berbeda dengan jaman sekarang semua serba daring (dalam jaringan) bisa bersurat melalui email atau dapat pemberitahuan langsung melalui pesan chat. Meski demikian, surat-menyurat jangan diabaikan karena selain untuk bertukar informasi, berbagai dokumen penting masih membutuhkan surat fisik," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....