Sinkronisasi Membentuk Karakter dan Perlindungan Siber Siswa
- 22 Mei 2026 05:56 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID,Atambua:Kepala Sekolah SD Negeri Sekutren Kabupaten Belu-NTT Maria Delfiyanti Belak,S.Pd,Gr berpendapat,tanggung jawab guru terkait cyberbulling bukan lagi sekedar mengawasi fisik sekolah,melainkan garda terdepan dalam membentuk karakter digital dan melindungi ruang siber siswa.
Delfiyanti(sapaan akrab) menegaskan bahwa meskipun perundungan siber terjadi lewat gawai dan di luar jam sekolah, dampaknya merusak psikologis anak saat belajar di kelas.
"Guru wajib mengintegrasikan materi digital yang bijak ke dalam pembelajaran untuk membangun rasa empati di dunia maya,"ujarnya pada perbincangan rri.co.id,Rabu 20 Mei 2026.
Ia juga menekankan bagi guru untuk peka terhadap perubahan sikap siswa di kelas"Anak tiba-tiba menjadi murung, cemas saat memegang HP, prestasi akademik turun, atau menarik diri dari pergaulan perlu menjadi perhatian khusus,"tuturnya.
Dalam hal penanganan kasus,kata Delfiyanti,guru bertanggung jawab menangani kasus dengan cara membimbing,bukan sekadar menghukum pelaku.Pelaku diajak memahami dampak psikologis destruktif yang dialami korban"Menjamin rasa aman bagi korban,mengamankan barang bukti digital,serta memulihkan kondisi mental anak agar tidak trauma untuk terus bersekolah,"ucap Delfiyanti.
Delfiyanti berharap,perlu adanya kolaborasi serta mengajak para orang tua untuk mengawasi penggunaan gawai anak di rumah guna menciptakan lingkungan ramah anak yang sinkron antara sekolah dan keluarga.
"Menciptakan iklim yang inklusif bagi anak-anak terhadap ruang digitalisasi,dapat mengurangi bahaya siber bullying bagi generasi bangsa,"ujarnya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....