Bahaya Normalisasi Maksiat dalam Perspektif Islam

  • 30 Sep 2026 20:18 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Belu, Heny Ibrahim, mengingatkan masyarakat akan bahaya kemaksiatan yang dianggap biasa. Menurutnya, fenomena sosial seperti perjudian, perzinahan, miras, dan narkoba kini kian mengkhawatirkan.

Kondisi tersebut dinilai dapat merusak tatanan moral serta keberkahan hidup bermasyarakat. Heny menekankan pentingnya kesadaran bersama untuk membendung normalisasi perbuatan dosa.

"Ada sesuatu yang lebih berbahaya daripada banyaknya kemaksiatan, yaitu ketika semua itu dianggap biasa," kata Heny dalam tausiahnya belum lama ini. Pernyataan ini menegaskan bahwa hilangnya rasa bersalah merupakan ancaman serius bagi masyarakat.

Menurut Heny, dosa besar selalu diawali dari langkah kecil yang sering kali diabaikan. Pandangan yang tidak dijaga serta pergaulan bebas menjadi pintu masuk utama.

"Jangan pernah menganggap ringan sebuah dosa karena api besar berasal dari percikan kecil," ujar Heny. Ia menyerukan agar umat Islam senantiasa memperkuat ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.

Heny menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membimbing generasi muda. Kesibukan duniawi diharapkan tidak melalaikan orang tua dari pendidikan agama anak.

"Marilah kita kembali kepada Allah sebelum ajal menjemput dan penyesalan tidak lagi berguna," ucap Heny berpesan. Ia mengajak masyarakat memakmurkan tempat ibadah dan memperbanyak majelis ilmu.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat saling menjaga dari berbagai bentuk kemungkaran. Ia menilai, lingkungan yang religius akan membawa ketenteraman serta keberkahan bagi daerah setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....