Wujud Moderasi Beragama: Islam sebagai Rahmat Bagi Seluruh Alam
- 28 Sep 2026 15:32 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Penyuluh Agama Islam Kemenag TTU, Syaiful Yani Djahilape, mengajak umat Islam senantiasa meningkatkan iman dan takwa. Beliau menegaskan bahwa peningkatan takwa dilakukan dengan menjalankan perintah Allah serta menjauhi segala larangan-Nya.
Syaiful Yani Djahilape menyampaikan kajian keagamaan dengan tema Islam sebagai agama rahmatan lil alamin. Tema ini menegaskan wujud moderasi beragama yang dirasakan oleh seluruh umat manusia dan lingkungan.
"Dan tidaklah Kami mengutus kamu melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam," ujar Syaiful Yani. Beliau mengutip Surah Al-Anbiya ayat 107 untuk memperkuat pentingnya misi rahmat tersebut dalam kehidupan.
Syaiful Yani menjelaskan bahwa misi utama utusan Allah adalah membawa kedamaian serta keadilan bagi semesta. Seluruh umat Islam diharapkan mampu meneladani sifat Rasulullah dalam menyebarkan kebaikan kepada sesama makhluk.
"Islam sebagai agama rahmatan lil alamin mengajarkan prinsip keseimbangan dan juga moderasi," kata Syaiful. Umat Islam dianjurkan untuk tidak bersikap berlebihan dalam merespons segala hal di kehidupan harian.
Narasumber mengutip Surah Al-Baqarah ayat 143 tentang pembentukan umat pertengahan yang adil serta pilihan. Umat pilihan berarti memiliki keseimbangan baik dalam keyakinan, pemikiran, hingga tindakan sehari-hari di masyarakat.
| Baca juga: Pentingnya Mentalitas Terbuka bagi Pemuda |
"Sikap ekstrem dalam beragama sering kali menyebabkan perpecahan dan konflik," tutur Syaiful Yani Djahilape. Beliau menekankan bahwa kekerasan akan merusak citra Islam yang penuh dengan kasih sayang.
Islam melarang keras segala wujud pemaksaan kehendak dalam mengajak seseorang untuk menjalankan ajaran agama. Sebaliknya, dakwah harus disampaikan menggunakan cara santun, bijaksana, serta penuh dengan rasa kasih.
Selain kepada manusia, ajaran Islam juga memerintahkan pemeluknya untuk terus menjaga kelestarian alam lingkungan. "Islam melarang pengrusakan dan eksploitasi alam yang berlebihan," ucap Syaiful Yani saat menutup tausiahnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....